Laporkan Masalah

Strategi Pelestarian Kompleks Bangunan Eks Sanatorium Pakem Sleman D.I. Yogyakarta

MOHAMMAD DANTE ALEIGHEIRI ALMALAY, Dr. Niken Wirasanti, M.Si.

2023 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Kompleks bangunan eks Sanatorium Pakem merupakan kompleks bangunan yang dahulunya berfungsi sebagai sanatorium atau tempat peristirahatan bagi pengidap TBC pada rentang waktu tahun 1936 hingga tahun 1955. Saat ini beberapa bangunan di dalam kompleks bangunan tersebut tidak difungsikan dan tidak terurus sehingga timbul kerusakan di beberapa bagian bangunan. Keadaan tersebut diperparah dengan status hukum kompleks bangunan tersebut yang belum dijadikan sebagai cagar budaya sehingga dapat membahayakan keberadaan dan nilai penting pada kompleks bangunan tersebut apabila tidak mendapat pelestarian sesuai kaidah pelestarian cagar budaya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai penting pada kompleks bangunan eks Sanatorium Pakem dan membantu proses klasifikasi cagar budaya pada kompleks bangunan tersebut yang dapat menghasilkan strategi pelestarian yang tepat pengimplementasiannya pada kompleks bangunan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan CRM dengan landasan dasar UU RI No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan PP RI No. 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah informasi nilai-nilai penting pada kompleks bangunan eks Sanatorium Pakem dan strategi pelestarian yang tepat pada kompleks bangunan eks Sanatorium Pakem yang merujuk pada UU RI No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan PP RI No. 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya yang meliputi kegiatan pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan.

The former Pakem Sanatorium building complex is a building complex that used to function as a sanatorium or resting place for people with TB from 1936 to 1955. Currently, some buildings there are not functioning and not taken care of, causing damage to some parts of the buildings. This situation is aggravated by the legal status of the building complex which has not been labeled as a cultural heritage so that it can endanger the existence and important value of the building complex if it does not receive preservation according to the rules of cultural heritage preservation. Based on these problems, this study aims to find out the important values in the building complex of the former Pakem Sanatorium and help the process of classifying cultural heritage in the building complex which can produce the right preservation strategy for its implementation in the building complex. This research uses a CRM approach with the basic foundation of UU RI No. 11 of 2010 about Cultural Heritage and PP RI No. 1 of 2022 about National Registers and Cultural Heritage Preservation. The results obtained from this study are information on the important values in the former Pakem Sanatorium building complex and the right preservation strategy in the former Pakem Sanatorium building complex which refers to UU RI No. 11 of 2010 about Cultural Heritage and PP RI No. 1 of 2022 about the National Register and Cultural Heritage Preservation which includes some activities like protection, development and utilization.

Kata Kunci : strategi pelestarian cagar budaya, undang-undang, sanatorium, tuberculosis

  1. S1_2023_413300_abstract.pdf  
  2. S1_2023_413300_bibliography.pdf  
  3. S1_2023_413300_tableofcontent.pdf  
  4. S1_2023_413300_title.pdf