Laporkan Masalah

Food Hub dengan Pendekatan Desain Biofilik di Sleman

NAHDA MIRRAHASNA, Ir. Medy Krisnany S., M.Arch.; Dr. Yani Rahmawati, ST., MT.

2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Indonesia memiliki kekayaan pangan yang berlimpah dan tersebar ke seluruh pelosok negeri. Menurut Badan Ketahanan Pangan, Indonesia menduduki peringkat ketiga di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati terbanyak. Potensi yang besar ini haruslah diolah agar dapat menjadi salah satu penopang bangsa ini sekaligus meningkatkan gizi masyarakat. Akan tetapi, menyebarnya Covid-19 menyebabkan ekonomi mulai menurun dan nilai pangan masyarakat pun menurun. Tingkat kesehatan masyarakat menjadi dampaknya. Pada masa pandemi saat ini, masyarakat harus terpenuhi segala gizi dan proteinnya. Dengan begitu, kesehatan akan terjaga dan terhindar dari penyakit. Tingkat ekonomi yang menurun juga berdampak pada menurunnya nilai jual bahan pangan, sehingga banyak bahan pangan mentah yang membusuk dan berakhir dibuang. Indonesia menunjukkan telah memiliki sampah makanan yang tinggi selama satu dekade ini. Oleh karena itu, diperlukan suatu tempat yang dapat mewadahi kebutuhan masyarakat akan pangan yang tetap terjaga kesegaran dan kesehatannya, serta dapat memberikan edukasi bagi masyarakat agar dapat melakukan penanaman mandiri di tempat tinggal masing - masing. Kebutuhan pangan yang baik dan segar bisa didapatkan dari petani lokal, sehingga nilai gizi dapat meningkat. Petani lokal juga dapat menjadi solusi dari masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pangan yang segar. Dengan ini, akan lebih baik jika terdapat suatu wadah yang dapat menghubungkan petani lokal dengan masyarakat, sehingga nilai gizi masyarakat dapat terjamin dan nilai pendapatan petani lokal dapat meningkat. Untuk menciptakan bangunan yang nyaman bagi manusia, kaitan yang erat dengan alam dapat dijadikan sebagai pendekatan yang diterapkan. Dengan kaitannya mengenai pangan dan alam, pendekatan biofilik memasukkan unsur alam dalam desain, sehingga tercipta bangunan yang dapat meningkatkan kenyamanan, dan well-being dari manusia. Maka, pendekatan bioflik dirasa tepat untuk diterapkan dalam perancangan wadah tersebut

Indonesia has abundant food wealth and is spread throughout the country. According to BKP (Badan Ketahanan Pangan), Indonesia has the third place for having the most biodiversity in the world. This great potential must be processed so that it can become one of the pillars of this nation while at the same time improving community's health. However, the spread of Covid-19 caused the economy to start to decline and the value of people's food also decreased. This will impact the people health's level. During the current pandemic, people must have all their nutrition and protein. Then, people's health will be maintained and protected from disease. The declining economic level also has an impact on decreasing the selling food value, so that a lot of raw food ingredients rot and end up being thrown away. Indonesia has shown that it had high food waste for the past decade. Therefore, we need a place that can accommodate the community's need for food that is kept fresh and healthy, also could provide education for the community so they could plant crops by themself in their house. The need for good and fresh food can be obtained from local farmers, so that the nutritional value will be increase. Local farmers could be a solution for people who want to get fresh food. It will be better if there is a place that connect the local farmers with the community, so that the nutritional value of the community could be secured and the income of local farmers could be increase. To create buildings that are comfortable for humans, a close relationship with the nature can be used as an approach. With its relation to food and nature, a biophilic approach incorporates natural elements into the design, so as to create buildings that can enhance human comfort and well-being. Thus, the biophilic approach is considered to be applied into design of that place.

Kata Kunci : Pangan, Food Hub, Desain Biofilik

  1. S1-2022-424918-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424918-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424918-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424918-title.pdf