Laporkan Masalah

The ASEAN Way: Tantangan Politik Implementasi Rezim Pengendalian Tembakau di Asia Tenggara

CHUSNUL MAR'IYAH, Dr. Maharani Hapsari

2022 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Skripsi ini membahas ASEAN Way sebagai tantangan politik dalam implementasi rezim pengendalian tembakau di ASEAN. ASEAN Way memuat dua norma utama yaitu norma perilaku dan norma prosedural yang mengatur bagaimana negara-negara anggota ASEAN berinteraksi dan berperilaku satu sama lain. Dengan menggunakan Multi-level Governance sebagai landasan konseptual, skripsi ini menganalisis pengaruh ASEAN Way sebagai konteks kawasan ASEAN terhadap kemajuan upaya pengendalian tembakau di Asia Tenggara. Data yang dikumpulkan dalam skripsi ini merupakan data sekunder dari referensi akademik dan laporan resmi yang diterbitkan oleh lembaga terkait yang mengkaji soal upaya pengendalian tembakau di Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian, skripsi ini menemukan bahwa norma prosedural dalam ASEAN Way yang menekankan pada diplomasi elitis dan hubungan pemerintah-ke-pemerintah membatasi peran aktor non-negara dalam mendukung pengembangan tata kelola pengendalian tembakau berdasarkan prinsip inklusif dan berorientasi pada komunitas. Selain itu, norma perilaku yang menekankan pada kedaulatan negara mengakibatkan terjadinya fragmentasi otoritas diantara negara anggota dalam tata kelola pengendalian tembakau. Akibatnya, akan sulit bagi ASEAN untuk menerapkan tata kelola tembakau multi-level yang koheren dan terintegrasi secara nasional, regional, dan global.

This thesis discusses the ASEAN Way as a political challenge for the implementation of tobacco control regimes in ASEAN. The ASEAN Way contained two main norms which are the behavioral norm and procedural norms. The ASEAN Way acts as guidelines for ASEAN member countries on how they interact and behave with each other. By using Multi-level Governance as a conceptual basis, this thesis analyzes the influence of the ASEAN Way as the ASEAN regional context on the progress of tobacco control efforts in Southeast Asia. The data collected in this thesis is secondary data from academic references and official reports published by related institutions that examine tobacco control efforts in Southeast Asia. Based on the research, this thesis found that the procedural norm in the ASEAN Way which emphasizes on elitist diplomacy and government-to-government relations limits the role of non-state actors in supporting the development of tobacco control governance based on inclusive and community-oriented principles. In addition, the behavioral norm which emphasizes state sovereignty resulted in the fragmentation of authority across ASEAN Member States in tobacco control governance. As a result, it will be difficult for ASEAN to implement coherent and integrated multi-level tobacco governance nationally, regionally and globally.

Kata Kunci : Pengendalian tembakau, Asia Tenggara, ASEAN, ASEAN Way, Multi-level Governance/ Tobacco Control, South East Asia, ASEAN, ASEAN Way, Multi-level Governance

  1. S1-2022-443073-abstract  
  2. S1-2022-443073-abstract.pdf  
  3. S1-2022-443073-bibliography.pdf  
  4. S1-2022-443073-tableofcontent  
  5. S1-2022-443073-tableofcontent.pdf  
  6. S1-2022-443073-title  
  7. S1-2022-443073-title.pdf