Monitoring Koefisien Limpasan Permukaan Menggunakan Data Penginderaan Jauh Di Das Pabelan, Jawa Tengah
MAULIDA ALLYA N, Dr. Sudaryatno, M.Si.
2022 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHDAS Pabelan merupakan DAS dengan luas area 113 km2 yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Selain itu, DAS ini dimanfaatkan untuk kegiatan perekonomian dan pariwisata. Hal ini dibuktikan dengan aanya beberapa tempat wisata dan lokasi industri yang terletak pada wilayah ini. Kajian mengenai kondisi fisik DAS diperlukan agar pihak yang berwenang dapat membuat perencanaan tata ruang yang baik dengan ikut mempertimbangkan aspek lingkungan agar menghindari adanya pembuatan perencanaan yang dapat menimbulkan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk (1) monitoring perubahan penutup lahan menggunakan citra Landsat 5 dan 8, (2) memetakan sebaran spasial limpasan permukaan dengan menggunakan data citra penginderaan jauh berupa DEM, dan (3) mengetahui keterkaitan antara perubahan penutup lahan terhadap limpasan permukaan. Analisis limpasan permukaan dilakukan dengan menggunakan metodeCook. Variabel yang digunakan dalam analisis adalah kemiringan lereng, penutuplahan berdasarkan Indeks Penutup Lahan (IPL), infiltrasi, serta kerapatan aliran.zPengamatan dilakukan pada tahun 2009, 2015, dan 2020. Data yang digunakanxadalah citra Landsat 5, Landsat 8, DEM SRTM, Peta batas Sub DAS Pabelan, dataxjenis tanah, data batas administrasi, dan data curah hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil klasifikasi penutup lahan dengan menggunakan algoritma maximum likelihood memiliki ketelitian sebesar 85, 71% dan 83,33% untuk infiltrasi. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa meskipun penutup lahan bukan merupakan faktor utama, namun penutup lahanII memiliki peran yang penting dalam mempengaruhi meluasnya kelas limpasan ekstrim di DAS Pabelan pada tahun 2020
Pabelan watershed is a watershed with an area of 113 km2 which has a fairly high population density. In addition, this watershed is used for economic and tourism activities. This is evidenced by the existence of several tourist attractions and industrial locations located in this region. A study of the physical condition of the watershed is needed so that the party providing it can make good spatial planning by taking into account environmental aspects in order to avoid planning that can lead to disaster. This study aims to (1) monitor changes in land cover using Landsat 5 and 8 imagery, (2) estimate the spatial distribution of surface runoff using remote sensing image data in the form of DEM, and (3) determine changes in land cover changes to surface runoff. Surface runoff analysis was carried out using the Cook method. The variables used in the analysis are slope, land cover based on Land Cover Index (IPL), infiltration, and flow density. Observations were made in 2009, 2015, and 2020. The data used are Landsat 5, Landsat 8, DEM SRTM, Pabelan Subwatershed boundary maps, soil type data, administrative boundary data, and rainfall data. The results showed that the results of land cover classification using the maximum likelihood algorithm had an accuracy of 85, 71% and 83,33% for infiltration. Based on the results of the analysis, it can be seen that although the land cover is not the main factor, the land cover has an important role in influencing the expansion of the extreme runoff class in the Pabelan watershed in 2020
Kata Kunci : DAS Pabelan, Penginderaan Jauh, Perubahan Penutup Lahan, Limpasan Permukaan,Pabelan Watershed, Remote Sensing, Land Cover Changes, Surface Runoff