Laporkan Masalah

Pengaruh Penambahan Minyak Kanola pada Pakan terhadap Parameter Fermentasi di dalam Rumen Kambing Kacang secara In Vitro

FIZKA MILLENIA V, Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP

2023 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak kanola sebagai sumber asam lemak tidak jenuh pada pakan terhadap parameter fermentasi di dalam rumen kambing kacang secara in vitro. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ransum pakan yang terdiri atas rumput odot, wheat pollard, dan bungkil kedelai serta bahan pakan tambahan yaitu minyak kanola. Proporsi perbandingan hijauan dan konsentrat yaitu 40:60, dengan perbandingan wheat pollard dan bungkil kedelai sebesar 50:10. Level minyak kanola yang digunakan dalam fermentasi yaitu 0%, 2%, dan 4%. Penelitian ini terdiri atas 3 batch sebagai ulangan dan setiap ulangan dianalisis secara duplo. Analisis yang dilakukan adalah penentuan nilai pH, konsentrasi NH3, protein mikroba, total VFA, jumlah sel protozoa, dan produksi gas CH4. Data yang diperoleh kemudian dianalisis variansinya mengikuti Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Penambahan minyak kanola hingga 4% tidak mempengaruhi nilai pH, konsentrasi NH3, protein mikroba, dan total VFA. Penambahan minyak kanola mulai level 2% menurunkan jumlah sel protozoa dan produksi gas CH4. Peningkatan persentase penambahan minyak kanola dari 2% menjadi 4%, tidak berpengaruh terhadap produksi gas CH4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak kanola dapat ditambahkan pada ransum pakan kambing kacang hingga 2% karena tidak berpengaruh terhadap nilai pH, konsentrasi NH3, protein mikroba, dan total VFA, tetapi dapat menurunkan jumlah sel protozoa dan produksi gas CH4.

This study aimed to determine the effect of supplementation of canola oil as a source of unsaturated fatty acids in feed on fermentation parameters on the rumen of kacang goat in vitro. The materials used in this study were feed rations consisting of odot grass, wheat pollard, and soybean meal as well as additional feed ingredients, namely canola oil. The proportion of forage and concentrate is 40:60, with a ratio of wheat pollard and soybean meal of 50:10. The level of canola oil used in fermentation is 0%, 2%, and 4%. This study consisted of 3 batches as replicates and each replication was analyzed in duplo. The laboratory analysis was performed to determine the pH value, NH3 concentration, microbial protein, total VFA, number of protozoa cells, and CH4 gas production. The data obtained were then analyzed for the variance following a one-way Completely Randomized Design (CRD). The addition of canola oil up to 4% did not affect the pH value, NH3 concentration, microbial protein, and total VFA. The addition of canola oil starting at the level of 2% reduced the number of protozoa cells and the production of CH4 gas. Increasing the percentage of canola oil addition from 2% to 4% had no effect on CH4 gas production. The conclusion of this study is that canola oil can be added to the kacang goat feed up to 2% because it does not affect the pH value, NH3 concentration, microbial protein, and total VFA, but can reduce the number of protozoa cells and CH4 gas production.

Kata Kunci : minyak kanola, fermentasi, in vitro, asam lemak tidak jenuh

  1. 1. S1-2023-430663-title.pdf  
  2. 2. S1-2023-430663-tableofcontent.pdf  
  3. 3. S1-2023-430663-abstract.pdf  
  4. 6. S1-2023-430663-bibliography.pdf  
  5. S1-2023-430663-abstract.pdf  
  6. S1-2023-430663-bibliography.pdf  
  7. S1-2023-430663-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2023-430663-title.pdf