Analisis Semiotik terhadap Citra Feminitas dan Maskulinitas dalam Drama Korea Selatan "Strong Girl Bong-Soon"
DAVID REGIASMARA PUTRAWAN, Desintha Dwi Asriani, S.Sos., M.A., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPenelitian ini akan mengupas mengenai citra feminitas dan maskulinitas yang dominan ditampilkan dalam Drama Korea Selatan Strong Girl Bong-soon. Hadir pada tahun 2017 dengan genre romantic comedy, dan fantasy, Drama Korea SelatanStrong Woman Bong-soon merupakan satu dari sekian banyak K-Drama yang menjadi tontonan favorit masyarakat Korea Selatan bahkan negara-negara lainnya sebagai bentuk dari Korean Wave. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotik Roland Barthes. Analisis ini akan mencoba melihat citra maskulinitas dan feminitas yang ada di dalam drama tersebut serta melihat arena apa saja yang digunakan dalam mereproduksi citra tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan teoritis yang dikembangkan oleh Judith Butler tentang gender performativity. Penemuan dari penelitian ini adalah terdapat beragam citra feminin dan maskulin yang ditunjukkan oleh para pemeran dalam drama tersebut seperti contohnya adalah memperhatikan penampilan, submissive, dan pada citra maskulin adalah dominan, agresif dan lain sebagainya ditampilkan oleh pemeran laki-laki dengan perempuan. Sehingga pembedaan maskulinitas dan feminitas tidak melulu berbasis pada dikotomi gender biologis. Tidak hanya itu saja, terdapat berbagai arena yang ditemukan dalam bentuk usaha mereproduksi pemahaman performativitas gender tersebut seperti halnya pakaian, dialog, dan adegan yang ditunjukkan. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah gender merupakan suatu hal yang sifatnya cair dan bergantung dengan pengalaman individu lainnya sekaligus tidak terlepas dari berbagai nilai serta narasi yang ada di sekitarnya.
This research will examine the images of femininity and masculinity that are dominantly displayed in the South Korean Drama Strong Girl Bong-soon. Present in 2017 with the romantic comedy and fantasy genres, the South Korean Drama Strong Woman Bong-soon is one of the many K-Dramas which has become the favorite spectacle of the people of South Korea and even other countries as a form of the Korean Wave. This study uses a qualitative research method with Roland Barthes semiotic analysis. This analysis will try to see the images of masculinity and femininity in the drama and see what arenas are used in reproducing these images. This study uses a theoretical approach developed by Judith Butler on gender performativity. The findings from this study are that there are various feminine and masculine images shown by the actors in the drama such as paying attention to appearance, submissive, and masculine images are dominant, aggressive and so on shown by male and female actors. So that the distinction between masculinity and femininity is not solely based on a biological gender dichotomy. Not only that, there are various arenas that are found in the form of efforts to reproduce the understanding of gender performativity such as clothing, dialogue, and the scenes shown. So the conclusion of this study is that gender is something that is fluid in nature and depends on the experiences of other individuals as well as being inseparable from the various values and narratives that surround it.
Kata Kunci : Gender, Semiotik, Performativitas, Drama Korea Selatan