Laporkan Masalah

Pengaruh Doping Ion Ag+ dengan Variasi Waktu Pengadukan pada Scaffold Biokeramik Karbonat Hidroksiapatit (CHA) Berporogen Honeycomb (HCB)

TORA HENDRAJAYA, Prof. Dr. Eng. Yusril Yusuf, M.Si., M.Eng.

2022 | Skripsi | S1 FISIKA

Pada penelitian ini telah berhasil dilakukan fabrikasi scaffold biokeramik karbonat hidroksiapatit (CHA) berporogen honeycomb (HCB) dengan metode porogen leaching dan doping ion Ag+ pada material scaffold dengan melakukan variasi waktu pengadukan. Material scaffold CHA dilakukan doping ion Ag+ dengan perbandingan mol CHA terhadap mol ion Ag+ adalah 1:1 dan dilakukan variasi waktu pengadukan selama 24, 72, dan 120 jam. Hasil uji XRD menunjukkan sampel scaffold CHA terdoping ion Ag+ terbentuk bidang difraksi (211), (300), (202) yang merupakan karakteristik dari CHA tipe-B. Selain itu, sampel terbentuk puncak difraksi tambahan pada sudut (37,69 - 37,74) derajat yang merupakan bidang difraksi Ag yang menunjukkan adanya kandungan ion Ag+ pada permukaan sampel yang tidak mensubstitusi masuk ke dalam kisi kristal CHA. Hasil perbandingan dengan sampel referensi menunjukkan doping ion Ag+ pada scaffold CHA menyebabkan penurunan ukuran kristal dan derajat kristalinitas serta peningkatan nilai microstrain. Hasil karakterisasi FTIR mengkonfirmasi hasil XRD dengan terdeteksinya puncak CO32- pada bilangan gelombang 1381 - 1532 cm-1 dan 872 cm-1 yang merupakan karakteristik dari CHA tipe-B. Hasil analisis AAS menunjukkan variasi waktu pengadukan mempengaruhi jumlah ion Ag+ yang terserap pada material scaffold CHA, dimana waktu pengadukan 72 jam merupakan waktu optimum terserap nya ion Ag+ pada material scaffold CHA karena memiliki konsentrasi ion Ag+ paling tinggi. Sampel juga dilakukan uji antibakteri terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis yang menunjukkan peningkatan aktivitas antibakteri pada material scaffold CHA, dimana waktu pengadukan 72 jam merupakan waktu pengadukan optimum dalam aktivitas antibakteri.

In this study, a bioceramic carbonate hydroxyapatite (CHA) scaffold with honeycomb (HCB) as a porogen has been successfully fabricated using porogen leaching and doping Ag+ ions on scaffold material by varying the stirring time. The CHA scaffold material was doped with Ag+ ions with the ratio of HA mol to Ag+ ions was 1:1 and the stirring time varied for 24, 72, and 120 hours. The XRD test result showed that the Ag+ ion doped CHA scaffold formed a diffraction field (211), (300), (202), which are the characteric of B-type CHA. In addition, the material formed additional diffraction peaks at (37,69 - 37,74) degree which is an Ag diffraction field that indicates the presence of Ag+ ions on the surface of the material that do not substitute into the CHA crystal lattice. Comparing to the reference material, the addition of Ag+ ions to the CHA scaffold caused a decrease in the crystal size and degree of crystallinity as well as an increase in the microstrain value. The FTIR result confirmed the detection of peaks CO32- at waves number 1381 - 1532 cm-1 and 872 cm-1, which are the characteristic of B-type CHA. The AAS analysis result showed that variations of stirring time affect the amount of the absorbed Ag+ ions in the CHA scaffold, where the stirring time of 72 hours is the optimum time for the absorption Ag+ ions on CHA scaffold material because it has the highest concentration of Ag+ ions. The material was also tested for antibacterial against Porphyromonas gingivalis which showed an increase in antibacterial activity on CHA scaffold material, where the stirring time of 72 hours was the optimum stirring time for antibacterial activity.

Kata Kunci : Karbonat hidroksiapatit (CHA), scaffold, ion Ag+, waktu pengadukan, aktivitas antibakteri

  1. S1-2022-427540-abstract.pdf  
  2. S1-2022-427540-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-427540-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-427540-title.pdf  
  5. S1-2023-427540-abstract.pdf  
  6. S1-2023-427540-bibliography.pdf  
  7. S1-2023-427540-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2023-427540-title.pdf