Analisis Karakteristik Rumah Tangga dan Pengaruhnya Terhadap Kemiskinan di Indonesia
M SYAIFUL HAKIM, Lincolin Arsyad, Prof. Dr., M.Sc.
2022 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIPenelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana karakteristik rumah tangga yang dilihat dari karakteristik kepala rumah tangga dan karakteristik internal rumah tangga dapat mempengaruhi probabilitas suatu rumah tangga untuk menjadi miskin di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model regresi logistic dikarenakan jenis variabel dependen yang bersifat diskrit dan menggunakan data yang bersumber dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang 5 tahun 2014-2015 yang bersifat cross section. Penulis menemukan dari 10 variabel independen yang diteliti, 8 variabel terbukti signifikan secara statistik mempengaruhi probabilitas rumah tangga untuk menjadi miskin. Karakteristik kepala rumah tangga ditemukan bahwa usia (non-linear) dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga berkorelasi secara negatif terhadap probabilitas rumah tangga menjadi miskin. Kepala rumah tangga dengan jenis kelamin perempuan dan yang bekerja di sektor informal ditemukan memiliki probabilitas untuk menjadi miskin lebih besar dibanding laki-laki dan yang bekerja di sektor formal. Variabel interaksi antara usia dan sektor pekerjaan kepala rumah tangga juga menemukan bahwa sektor informal tidak lebih efisien dibanding sektor formal dalam mengatasi permasalahan kemiskinan saat individu mencapai usia pensiun. Karakterisik internal rumah tangga ditemukan bahwa jumlah anggota rumah tangga dan rasio ketergantungan berkorelasi secara positif dengan probabilitas rumah tangga menjadi miskin. Rumah tangga yang berlokasi di wilayah desa juga memiliki probabilitas yang lebih tinggi untuk masuk ke dalam kemiskinan dibanding rumah tangga yang berlokasi di kota. Temuan studi menunjukkan implikasi kebijakan yang dapat diimplementasikan, antara lain dengan mendorong lebih jauh lagi efektivitas pemerataan pendidikan, peningkatan perlindungan hukum atas pekerja di sektor informal, penguatan payung hukum atas hak-hak perempuan di lingkungan kerja, pemerintah dan instansi keuangan terkait berkoordinasi untuk memberikan edukasi terkait program pensiun bagi pekerja di sektor informal, penggalakan kembali program Keluarga Berencana (KB), serta diharapkan pemangku kebijakan dapat lebih memperhatikan kondisi di daerah pedesaan dalam perencanaan kebijakan dan pembangunan.
This study aims to discuss how household characteristics as seen from the characteristics of the household head and internal household characteristics can affect the probability of a household to be poor in Indonesia. This study uses a logistic regression model due to the discrete nature of the dependent variable and uses data sourced from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) wave 5 in 2014-2015 which is cross section. The author found that out of the 10 independent variables studied, 8 variables proved to be statistically significant in influencing the probability of a household to be poor. The characteristics of the household head found that age (non-linear) and education level of the household head are negatively correlated with the probability of the household being poor. Household heads who are female and who work in the informal sector are found to have a higher probability of being poor than those who are male and work in the formal sector. The interaction variable between age and employment sector of the household head also found that the informal sector is not more efficient than the formal sector in overcoming poverty problems when individuals reach retirement age. Internal household characteristics found that the number of household members and dependency ratio are positively correlated with the probability of a household being poor. Households located in rural areas also have a higher probability of falling into poverty than households located in urban areas. The study�s findings suggest policy implications that can be implemented, such as by further encouraging the effectiveness of education equality, increasing legal protection for workers in the informal sector, strengthening the legal umbrella for women's rights in the work environment, the government and related financial institutions coordinating to provide education related to pension programs for workers in the informal sector, reinvigorating family planning programs, and it is hoped that policy makers can pay more attention to conditions in rural areas in policy and development planning.
Kata Kunci : kemiskinan, rumah tangga, kepala rumah tangga, internal rumah tangga, regresi logistik, poverty, household, household head, internal household, logistic regression