Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urb) dalam Menghambat Pembentukan Biofilm Enterococcus Faecalis ATCC 29212 (In Vitro)
LUH CHANTI PUTRI WIJAYA, Prof. drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes, Ph.D. ; drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D.
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIPerawatan saluran akar merupakan salah satu prosedur endodontik yang dapat mengalami kegagalan. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kegagalan prosedur ini adalah persistensi bakteri pada saluran akar. Enterococcus faecalis merupakan bakteri yang sering menyebabkan kegagalan perawatan saluran akar karena kemampuannya dalam bertahan hidup pada pH yang ekstrim serta membentuk biofilm intrakanal. Pembentukan biofim intrakanal dapat dihambat menggunakan zat antiadhesi dan antibakteri yang terkadung dalam suatu agen antibakteri intrakanal. Daun pegagan (Centella Asiatica (L.) Urb.) mengandung fitokimia yang bersifat antiadhesi dan antibakteri, diantaranya adalah saponin, tanin, flavonoid, terpenoid dan triterpenoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun pegagan dalam menghambat pembentukan biofilm E. faecalis ATCC 29212. Kelompok uji pada penelitian ini meliputi konsentrasi ektrak daun pegagan 4,29%, 2,14%, 1,07%, 0,54%, kalsium hidroksida sebagai kontrol positif serta PBS sebagai kontrol negatif. Uji penghambatan biofilm bakteri E. faecalis ATCC menggunakan 96-wells microplates yang diinkubasi selama 24 jam dan diwarnai dengan crystal violet 0,1%. Hasil uji penghambatan pembentukan biofilm kemudian dibaca menggunakan microplate reader dengan panjang gelombang 560 nm. Uji Welch's ANOVA mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan persentase rerata penghambatan pembentukan biofilm antar kelompok uji dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Hal ini membuktikan bahwa ekstrak daun pegagan memengaruhi penghambatan pembentukan biofilm bakteri E. faecalis ATCC 29212. Uji Games Howell Post Hoc dilakukan untuk melihat signifikansi antar kelompok, hasil menujukkan bahwa kelompok uji ekstrak konsentrasi 4,29% memiliki efektivitias tertinggi dalam menghambat pembentukan biofilm dibandingkan dengan kosentrasi 0,54%, 1,07%, 2,14%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi 4,29% merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat perbentukan biofilm E. faecalis ATCC 29212 tetapi efektivitasnya lebih rendah jika dibandingkan dengan kalsium hidroksida.
One of the factors that causes the failure of root canal treatment is the persistence of Enterococcus faecalis in the root canal. This bacterium often causes root canal treatment failure due to its ability to survive extreme pH and form intracanal biofilms. The formation of intracanal biofilm can be inhibited by using antiadhesive and antibacterial substances contained in an intracanal antibacterial agent. Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urb.) leaves contain phytochemicals that have antiadhesive and antibacterial properties, including saponins, tannins, flavonoids, terpenoids, and triterpenoids. The aim of this study is to determine the effect of ethanol extract of pegagan leaves in inhibiting the formation of E. faecalis ATCC 29212 biofilm. The biofilm inhibition test of E. faecalis ATCC 29212 bacteria was carried out using 96-wells microplates. Various concentrations of pegagan leaf extract (4.29%, 2.14%, 1.07%, 0.54%), calcium hydroxide (positive control), and PBS (negative control) were incubated together with E. faecalis for 24 hours furthermore the microplates were stained with 0.1% crystal violet and measured using a microplate reader with a wavelength of 560 nm. The ANOVA Welch test indicated that there was a significant difference in the average proportion of inhibition of biofilm formation among the groups with a value of p=0.000 (p<0.05). This result proved that pegagan leaf extract affected the inhibition of biofilm formation of the E. faecalis ATCC 29212 bacteria. The Games Howell Post Hoc test was carried out to see the significance between groups. The results showed that the 4.29% extract had the highest effectiveness in inhibiting biofilm formation compared to the other concentrations. This study concluded that the concentration of 4.29% was the most effective concentration in inhibiting the formation of E. faecalis ATCC 29212 biofilm but its effectiveness was lower compared to calcium hydroxide.
Kata Kunci : Perawatan saluran akar, Enterococcus faecalis, Ekstrak daun pegagan, penghambatan pembentukan biofilm