Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Kebonsari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
HARRIS VICTOR F, Dr. Ir. Muhamad, S.T., M.T., IPU. ASEAN Eng.
2022 | Tesis | Magister Kajian PariwisataDesa Wisata Kebonsari merupakan salah satu dari 20 desa wisata yang ada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang terkenal dengan kerajinan bambunya dan potensi wisata unggulan lainnya. Kerjasama antara elemen masyarakat, pengelola desa wisata, dan pemerintah desa berperan penting dalam kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. Konsep Pariwisata Berbasis Komunitas / Masyarakat (Community-Based Tourism) merupakan konsep pengelolaan desa wisata yang memberikan hak penuh dan melibatkan masyarakat lokal pada keseluruhan aktivitas wisata yang dilakukan. CBT erat kaitannya dengan partisipasi masyarakat dan pelibatan tersebut mencakup 4 tahapan pada tingkat partisipasi masyarakat yang dimulai dari tahap perencananaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, sampai dengan pemanfaatan hasil. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan yang diketahui oleh masyarakat desa wisata Kebonsari tentang desa wisata dan bentuk serta partisipasi yang dilakukan masyarakat dalam pengelolaan desa wisatanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam semi tertutup, observasi langsung, dan studi dokumen primer dan sekunder. Wawancara mendalam dilakukan terhadap 40 informan yang terdiri dari elemen perangkat desa, Pokdarwis, dan masyarakat desa wisata Kebonsari dan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif deskriptif untuk menggambarkan fakta yang terjadi di lapangan dan menjawab pertanyaan penelitian berdasarkan teknik pengumpulan data serta dilakukan uji kredibilitas data dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Wisata Kebonsari memahami desa wisata sebagai potensi, program atau kegiatan, bantuan, dan dampak positif. Bentuk partisipasi masyarakat Desa Wisata Kebonsari dalam pengelolaan desa wisatanya memenuhi pada partisipasi pemikiran dan tenaga. Sedangkan tingkat partisipasi masyarakatnya dari seluruh tahapan tergolong rendah. Temuan lain menunjukkan bahwa terdapat masalah pengelolaan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Kebonsari yang saat ini dikelola oleh pihak ketiga dan sejak pandemi sampai saat ini tidak memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Kebonsari Tourism Village is one of 20 tourist villages in Borobudur District, Magelang Regency, Central Java which is famous for its bamboo handicrafts and other superior tourism potential. Cooperation between community elements, tourism village managers, and village government plays an important role in village progress and community welfare. The concept of Community-Based Tourism (Community-Based Tourism) is a tourism village management concept that gives full rights and involves local communities in all tourism activities carried out. CBT is closely related to community participation and this involvement includes 4 stages at the level of community participation starting from the planning, implementation, monitoring and evaluation stages, up to the utilization of the results. The purpose of this study is to explain what the Kebonsari tourism village community knows about the tourism village and the forms as well as participation carried out by the community in managing the tourism village. This study used a descriptive qualitative approach and data collection techniques with semi-closed in-depth interviews, direct observation, and primary and secondary document studies. In-depth interviews were conducted with 40 informants consisting of elements of village officials, Pokdarwis, and the Kebonsari tourism village community and the selection of informants used a purposive sampling technique. The data collected was analyzed qualitatively descriptively to describe facts that occurred in the field and to answer research questions based on data collection techniques and to test the credibility of the data by triangulating sources, techniques, and time. The results of the study show that the Kebonsari Tourism Village community understands tourism villages as potential, programs or activities, assistance, and positive impacts. The form of community participation in the Kebonsari Tourism Village in the management of the tourism village is based on the participation of thought and effort. While the level of community participation from all stages is low. Other findings indicate that there are problems with the management of the Kebonsari Village Economic Center (Balkondes), which is currently being managed by a third party and since the pandemic until now has not provided economic and social benefits to the community.
Kata Kunci : partisipasi masyarakat, Desa Wisata Kebonsari, community-based tourism, Borobudur/community participation, Kebonsari Tourism Village, community-based tourism, Borobudur