PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP KUALITAS KESEHATAN LANSIA PASCA TSUNAMI ACEH 2004
DZAKYATUR ROVIDAH, Dr. Evita Hanie Pangaribowo, M.IDEC
2022 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanModal sosial merupakan salah satu topik yang perlu dikaji mengingat belum adanya tolok ukur modal yang proporsional dan belum diketahui secara pasti dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis modal sosial yang terdiri atas modal sosial informal (dukungan keluarga dan dukungan tetangga atau teman) terhadap kualitas kesehatan lansia yang didapatkan dari nilai kesehatan diri (Self Assessed Health Status), kemampuan merawat diri (Activity of Daily Living), dan kesehatan mental (Post Traumatic Stree Disorder). Peneliti menggunakan data sekunder dari Study of Tsunamy Aftermath and Recovery (STAR) gelombang 1,2, dan 3 yang mengalami pembaharuan dengan versi data terakhir tahun 2022. Penelitian menggunakan metode Instrumental Variable (IV) disebabkan adanya masalah endogenitas pada variabel modal sosial. Metode IV probit dipilih karena penggunaan variabel dummy pada variabel dependen dan variabel yang diduga endogen (modal sosial) berupa variabel kontinu. Pemilihan variabel instrumen ditujukan sesuai dengan uji diagnostik yang dilakukan dengan variabel instrumen lebih dari satu yaitu antara penggunaan variabel instrumen tempat tinggal, jumlah jaringan, dan tingkat kepuasan hidup. Peneliti menemukan bahwa sebanyak 32,52% responden mengaku penilaian kesehatan diri (SAHS) yang baik, 47,34% responden memiliki kemampuan merawat diri (ADL) yang lebih baik, dan sebanyak 38,87% responden lansia mengalami gejala PTSD yang lebih baik setelah tsunami Aceh 2004. Sedangkan wanita lebih rentan mengalami kondisi kesehatan fisik dan mental dibandingkan pria. Dari hasil estimasi IV Probit, Peneliti menemukan bahwa adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara modal sosial dengan kesehatan fisik yang didapatkan pada nilai SAHS dan ADL dan kesehatan mental lansia yang diukur dengan PTSD. Sehingga perlu adanya kebijakan yang terkait pentingnya modal sosial pasca bencana alam khususnya untuk lansia.
Social capital become relevant topic to be discussed because there is no consencus about the suitable proportional measurement of social capital and its impact to the mental and physical health. The research aims to examine the hypothesis of informal social capital (family support and neighbours and friends support) on the health quality of elderly from self-assessed health status (SAHS), self-care ability (Activity of Daily Living) and mental health (Post Traumatic Stress Disorder). Researcher used secondary data from the Study of Tsunami Aftermath and Recovery (STAR) waves 1,2, and 3 with the latest data version in 2022. The study used the Instrumental Variable (IV) method due to endogeneity problems in the social capital variable. The IV probit method was chosen because there is dummy variables on the dependent variable and the endogenous variable (social capital) are continuous. The selection of instrument variables depend on the diagnostic test and literaturs. This research using with more than one instrumental variables. Reside, satisfaction and total network is chosen. Research found that around 32.52% respondents claimed to have a good self-health assessment (SAHS), 47.34% respondents had better self-care skills (ADL), and 38.87% respondents felt better about PTSD symptoms after Aceh tsunami 2004. Meanwhile, women are more vulnerable on physical and mental health conditions than men. From the results of IV Probit estimation, there was a positive and significant effect between social capital and physical health (SAHS and ADL) scores and the mental health of the elderly as measured by PTSD.
Kata Kunci : social capital, physical health, mental health, elderly, IV Probit