Laporkan Masalah

Pengaruh Metode Ovsynch dan Cosynch pada Sapi Jabres Kajian: Umur, Kualitas Estrus dan Tingkat Kebuntingan

IMAWAN DARU PRASETYA, drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. dan drh. Erif Maha Nugraha Setiyawan, M.Sc., Ph.D.

2022 | Tesis | MAGISTER SAINS VETERINER

Keberadaan sapi Jabres sebagai plasma nutfah sapi lokal Indonesia semakin hari semakin menurun sehingga perlu dilakukan konservasi. Salah satu cara menyelamatkan sapi Jabres yaitu dengan meningkatkan kualitas reproduksi. Peningkatan kuliatas reproduksi dapat dilakukan dengan cara sinkronisasi birahi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Ovsynch dan Cosynch terhadap parameter kebuntingan pada sapi Jabres. Penelitian ini menggunakan 15 (lima belas) ekor sapi Jabres betina yang dibagi dalam tiga perlakuan dengan 5 ekor sapi pada setiap perlakuan. Perlakuan pada penelitian meliputi perlakuan metode Ovsynch, perlakuan metode Cosynch, Kontrol (birahi alam). Sapi betina yang digunakan pada perlakuan ini adalah sudah pernah beranak, tidak bunting, umur 2 sampai 10 tahun, memiliki periode dan siklus estrus normal. Parameter yang diamati adalah umur, performa reproduksi, kualitas estrus, tingkat kebuntingan pada metode Ovsynch dan Cosynch. Pemeriksaan kebuntingan dilakukan 30 hari dan 60 hari setelah inseminasi menggunakan ultrasonografi. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur pada sapi Jawa Brebes tidak mempengaruhi performa reproduksi. Kualitas estrus pada perlakuan Ovsynch, Cosynch dan Kontrol tidak ada perbedaan. Tingkat kebuntingan pada perlakuan Ovsynch (60%) dan Kontrol (60%) lebih tinggi dari pada Cosynch (40%). Kesimpulannya bahwa performa reproduksi pada sapi jabres tidak di pengaruhi oleh umur, tidak ada perbedaan kualitas estrus pada kelompok Ovsynch, Cosynch dan Kontrol dan tingkat kebuntingan kelompok Ovsynch lebih baik daripada kelompok Cosynch.

Improving the quality of reproduction can be done by aligning passions. This study aims to determine the effectiveness of Ovsynch and Cosynch on pregnancy parameters in Jabres cattle. This study used 15 (fifteen) female Jabres cattle which were divided into three treatments with 5 heads each. The treatments in this study include the treatment of the Ovsynch method, the treatment of the Cosynch method, and the control (natural appetite). The female cows used in this treatment were previously calved, not pregnant, aged 2 to 10 years, and had normal estrous periods and cycles. Parameters observed were age, reproductive performance, estrus quality, and pregnancy rate on the Ovsynch and Cosynch methods. Pregnancy examination was carried out 30 days and 60 days after insemination using ultrasound. The data obtained were analyzed descriptively and statistically. The results of this study indicate that the age of the Javanese Brebes cattle does not affect their reproductive performance. There was no difference in estrus quality in the Ovsynch, Cosynch and control treatments. Pregnancy rates in Ovsynch (60%) and controls (60%) in care were higher than in Cosynch (40%). The conclusion is that the reproductive performance of Jabres cattle is not affected by age, there is no difference in oestrous quality in the Ovsynch, Cosynch and control groups and the pregnancy rate in the Ovsynch group is better than the Cosynch group.

Kata Kunci : ovsynch, cosynch, estrus kebuntingan, sapi jabres

  1. S2-2022-471394-Abstract.pdf  
  2. S2-2022-471394-Bibliography.pdf  
  3. S2-2022-471394-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-471394-Title.pdf