Systematic Literature Review tentang Gaya Kepemimpinan Pemerintahan di Era Pandemi COVID-19 (2020-2022)
Anta Ibnul Falah, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si.; Dr. sc.pol. Agus Heruanto Hadna, M.Si.
2022 | Tesis | MAGISTER KEPEMIMPINAN DAN INOVASI KEBIJAKANKrisis kesehatan publik akibat COVID-19 benar-benar menjadi ujian serius bagi kualitas kepemimpinan suatu negara/daerah akhir-akhir ini, sehingga diskusi ilmiah tentang kerja kepemimpinan politik dan efektifitasnya juga berkembang di 3 tahun terakhir. Oleh karenanya, dengan menggunakan metode systematic literature review, penelitian ini ditujukan untuk mendiskusikannya secara agregat dari kacamata gaya kepemimpinan dan fase krisis (pra-krisis, semasa-krisis, pasca-krisis). Dengan menggunakan metode PRISMA, penelitian ini menginklusi 79 artikel yang sesuai dengan kriteria. Hasil analisis konten secara deduktif pada studi ini menunjukkan beberapa hal antara lain: 1) Gaya transaksional dan transformasional menjadi yang paling dominan digunakan pemimpin politik daripada gaya-gaya lainnya; 2) Gaya transaksional teridentifikasi lebih dominan digunakan laki-laki, sedangkan gaya transformasional, otentik, kolaboratif, dan ethical lebih dominan digunakan oleh perempuan; 3) Gaya yang paling sering efektif dalam penanganan pandemi adalah transformasional dan kharismatik, sedangkan gaya yang paling sering tidak efektif adalah transaksional. Namun ada bukti keefektifan penggunaan gaya transaksional, yang terindikasi karena adanya visi dan keterbukaan pemimpin saat pra-krisis; 4) Pendekatan pemimpin pada fase pra-krisis terindikasi berpengaruh besar terhadap keberhasilan penanganan pandemi. Pemimpin yang menggunakan pendekatan transformasional atau inklusif pada fase pra-krisis, cenderung efektif dalam penanganan pandemi setelahnya, meskipun pada fase semasa-krisis menggunakan pendekatan transaksional. Sebaliknya pemimpin yang cenderung mempertahankan status quo atau eksklusif pada fase pra-krisis, cenderung tidak efektif dalam penanganan pandemi setelahnya. Hasil studi ini memperkuat pengetahuan sebelumnya mengenai relevansi gaya transformasional dan kharismatik pada kondisi krisis dalam jangka panjang, dan relevansi gaya transaksional dalam jangka pendek. Studi ini juga menambahkan pengetahuan bahwa khususnya dalam krisisi kesehatan publik, gaya kolaboratif, otentik, ethical dan bahkan transaksional juga bisa efektif dalam jangka panjang. Keberhasilan/kegagalan gaya-gaya tersebut banyak dipengaruhi oleh pendekatan pemimpin pada fase pra-krisis. Keterbatasan utama penelitian ini yaitu tidak menggunakan semua sumber database, dan hanya berfokus pada 7 gaya kepemimpinan paling populer. Peluang penelitian selanjutnya diantaranya yaitu mengkaji kepemimpinan berdasarkan gelombang pandemi, serta mengkomparasi kepemimpinan antardaerah dalam satu negara atau juga antarnegara dengan situasi sejenis.
The public health crisis due to COVID-19 recently, has been a serious test for the national/subnational political leadership quality, and the scientific discussion about it and its effectiveness has also developed in the last 3 years. Therefore, this systematic literature review aimed to discuss it aggregately through leadership styles and crisis phase perspectives. Using the PRISMA Protocol with certain criteria, 79 articles were included in this study. The result of the deductive content analysis indicated that: 1) the most frequent styles used by political leaders were transactional and transformational; 2) the transactional style was more frequently used by men, while transformational, authentic, collaborative, and ethical styles were more frequently used by women; 3) frequently, the most effective style in handling pandemic was transformational and charismatic, and the most ineffective one was transactional. However, there is also evidence of the transactional style's effectiveness, which was strongly affected by leader's pre-crisis vision and inclusiveness; 4) the pre-crisis temporary style strongly contributed to the overall success of the pandemic handling. Leaders using transformational or collaborative approaches in the pre-crisis phase, tended to be effective in the overall pandemic handling. Conversely, leaders maintaining the status quo or exclusive approach in this phase, tended to be ineffective. These results strengthened previous knowledge regarding the relevance of transformational/charismatic style amid crisis. Further, this study also added to the knowledge development that collaborative, authentic, ethical, and even transactional styles could also be effective especially in the public health crisis context. This effectiveness is strongly affected by the leader's approach in the pre-crisis phase. The main limitation of this study is that it did not use all journal databases, and only focuses on the 7 most popular leadership styles. One of the opportunities for further research is to examine leadership styles based on pandemic waves, or to compare leadership practices between regions/countries with similar conditions.
Kata Kunci : pemimpin politik, krisis kesehatan publik, COVID-19, gaya kepemimpinan, fase krisis, systematic literature review