Laporkan Masalah

Analisis Ketimpangan Ekonomi Wilayah Antarkabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur

Novita Mukti Rinusara, Prof. Lincolin Arsyad, P.hD.

2022 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Pemerataan pembangunan menjadi salah satu tujuan pemerintah Indonesia yang ingin segera diwujudkan, namun sampai saat ini permasalahan ketimpangan antarwilayah di Indonesia masih belum dapat diselesaikan. Provinsi Papua, Papua Barat, dan Jawa Timur menduduki tiga besar provinsi dengan ketimpangan antarwilayah tertinggi di Indonesia. Provinsi Jawa Timur sendiri memiliki Indeks Williamson yang tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan semakin lebarnya ketimpangan antarwilayah dan tidak adanya upaya perbaikan. Kabupaten Bangkalan, Lumajang, Probolinggo, Sampang, dan Sumenep merupakan 5 wilayah yang paling jauh dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita Provinsi Jawa Timur atau merupakan wilayah yang paling tertinggal.

Equitable development is one of the goals of the Indonesian government which it wants to realize immediately, but until now the problem of inter-regional inequality in Indonesia has not been resolved. The provinces of Papua, West Papua and East Java occupy the top three provinces with the highest regional disparities in Indonesia. East Java Province itself has a high Williamson Index and continues to increase from year to year, indicating widening disparities between regions and no improvement efforts. Bangkalan, Lumajang, Probolinggo, Sampang, and Sumenep Regencies are the 5 regions that are farthest from the average economic growth and GRDP per capita of East Java Province or are the most lagging regions .

Kata Kunci : Ketimpangan antarwilayah, Pemerataan pembangunan

  1. S2-2022-484495-abstract.pdf  
  2. S2-2022-484495-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-484495-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-484495-title.pdf