Laporkan Masalah

Pengembangan Pengelolaan Sampah Wisatawan pada Kawasan Ekowisata Jalur Pendakian Gunung Kembang

AHMAD ZAKKY ABDILLAH, Siti Nurul Rofiqo Irwan, S.P., M.Agr. Ph.D

2022 | Tesis | Magister Kajian Pariwisata

Jalur pendakian Gunung Kembang via Basecamp Blembem merupakan salah satu jalur pendakian yang bersih dari sampah di Indonesia. Basecamp Blembem berada di Desa Damarkasihan, Kecamatan Kretek, Wonosobo. Basecamp Blembem termasuk jalur pendakian yang berumur muda karena baru dibuka sejak tahun 2018. Pada era modern sekarang, keberhasilan pengembangan kawasan ekowisata berkelanjutan dibutuhkan sistem pengelolaan sampah yang baik dan tepat. Suatu pengembangan pada sistem persampahan yang telah dimiliki, mengingat aktivitas pendakian Gunung Kembang merupakan bagian dari ekowisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan pengembangan sistem pengelolaan sampah untuk kawasan ekowisata Gunung Kembang via basecamp Blembem. Penelitian ini menggunakan metode gabungan (mixed methode) yaitu secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan cara observasi lapangan dan sampling timbulan sampah, wawancara secara mendalam, kuesioner serta dokumentasi. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif, analisis kuantitatif deskriptif, analisis timbulan sampah menggunakan SNI 19-3964-1994, zero waste management dan analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations and Results). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana pengembangan terfokus pada kekurangan di sistem operasional pengelolaan sampah dari sisi proses pemilahan dan pewadahan berdasarkan karakteristik sampah, teknologi pengolahan sampah serta pemanfaatan sosial media

The Mount Kembang hiking trail via Blembem Basecamp is one of the cleanest hiking trails in Indonesia. It is located in Damarkasihan Village, Kretek District, Wonosobo. The Blembem Basecamp is a recently established hiking trail that has only been open since 2018. In the modern era, the successful development of a sustainable ecotourism sector requires a good and appropriate waste management system. Development of the existing waste management system is required, considering that the hiking activity of Mount Kembang is part of sustainable ecotourism. The purpose of this study is to plan the development of a waste management system for the Mount Kembang ecotourism sector via the Blembem basecamp. This study used a mixed method of descriptive quantitative and descriptive qualitative methods. The data was collected using field observations and sampling of waste generation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation. The purposive sampling method was used to determine the research sample. The data analysis method in this study used descriptive qualitative analysis, descriptive quantitative analysis, waste generation analysis using SNI 19-3964-1994, zero waste management, and SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results) analysis. The results indicated that the development plan focused on deficiencies in the waste management operational system in terms of the process of sorting and storing based on waste characteristics, waste processing technology and take advantage of social media.

Kata Kunci : ekowisata Gunung Kembang, Pengelolaan sampah, zero waste

  1. S2-2022-467815-abstract.pdf  
  2. S2-2022-467815-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-467815-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-467815-title.pdf