Laporkan Masalah

Strategi Komunikasi Pemerintah Kabupaten Magelang dalam Mewujudkan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat melalui Program Kampung Iklim (ProKlim)

FADILATUL KARIMA, Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.;Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D.

2022 | Tesis | MAGISTER PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Perubahan iklim di Indonesia telah menyumbang 95% kejadian bencana hidrometeorologi, yaitu tanah longsor, kekeringan, banjir, abrasi dan angin topan (Bappenas, 2021). Peningkatan kapasitas adaptif masyarakat terhadap perubahan iklim, dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). ProKlim merupakan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat sebagai upaya untuk mencapai SDGs ke-13 yaitu climate action Kabupaten Magelang menjadi salah satu wilayah yang mengikuti ProKlim sejak tahun 2014, karena adanya kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana kekeringan dan tanah longsor. ProKlim kemudian menjadi salah satu implementasi dari program peningkatan kapasitas dan tata lingkungan hidup, yang merupakan program kerja prioritas Pemerintah Kabupaten Magelang dalam RPJMD tahun 2019-2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif yang dimulai sejak tanggal 13 Oktober 2021 hingga 4 Januari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen strategi komunikasi, model strategi komunikasi dan implementasi strategi komunikasi ProKlim di Kabupaten Magelang. Penelitian ini menemukan pelaksanaan komunikasi efektif sebagai strategi komunikasi ProKlim di Kabupaten Magelang, telah mempertimbangkan komponen strategi komunikasi untuk mencapai tujuan ProKlim. Pengembangan pelaksanaan ProKlim di Kabupaten Magelang dipengaruhi oleh pengalaman masyarakat terhadap matinya mata air, pencemaran air dan tanah lonsgor, serta kajian ilmiah mengenai ancaman krisis air di Pulau Jawa. Hal tersebut yang mendasari model strategi komunikasi ProKlim di Kabupaten Magelang mencakup penguatan gerakan kegiatan adaptasi dan mitigasi masyarakat, dengan membentuk komunitas lokal yang terdiri dari masyarakat untuk menguatkan kegiatan ProKlim di desa dan menyebarkan kegiatan ke desa lainnya. Pokja ProKlim Desa, Komunitas Jogo Tuk, dan Biogas Lestari merupakan tiga komunitas masyarakat yang dibentuk untuk menguatkan kegiatan ProKlim, pencegahan krisis air dan pengelolaan limbah. Pelaksanaan ProKlim di Kabupaten Magelang membutuhkan dokumen perencanaan yang lebih komprehensif untuk mengoptimalkan evaluasi pendekatan komunikasi kepada stakeholder.

Indonesian Government facing challenges in increasing the community's adaptive capacity in climate change, due to climate change has been affected 95% of hydrometeorological disasters in Indonesia (Bappenas, 2021). The effort to increase community adaptive capacity in climate change has been realized through Program Kampung Iklim/Kampung Climate Program (ProKlim) by The Ministry of Environment and Forestry as one of the implementations of the 13th SDGs in Indonesia. ProKlim become a community-based on climate change adaptation and mitigation program that has been implemented at the local/community level. Magelang Regency has been participating in ProKlim since 2014 due to the community losses in economy and infrastructure which were affected by drought and landslides. ProKlim in Magelang Regency became one of the implementations for the Environmental Management and Capacity Building Program that was listed as a priority Program in the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) 2019-2024. This research was conducted on October 13, 2021, until January 4, 2022. This research used a qualitative method, intending to analyze the components of the communication strategy, the communication strategy model, and the implementation of the ProKlim communication strategy in Magelang Regency. This research found that community responses faced the springs dried-up, water pollution, and landslide as well as scientific study about the water crisis in Java Island become the basis for developing the ProKlim communication strategy in Magelang Regency and the ProKlim communication strategy model. The model includes the steps for strengthening the community adaptation and mitigation movement by forming a local community that consisting local people as an actor and stakeholders as an outsider. Pokja ProKlim Desa, Jogo Tuk (Waterhood Community), and Biogas Lestari are three community groups that were formed to strengthen ProKlim activities, especially to prevent water crises, and waste management and also to spread activities to other villages. The implementation of ProKlim in Magelang Regency requires a more comprehensive planning document to optimize the evaluation of the communication approach to stakeholders.

Kata Kunci : strategi komunikasi, perubahan iklim, adaptasi, mitigasi, communication strategy, climate change, adaptation, mitigation

  1. S2-2022-452131-abstract.pdf  
  2. S2-2022-452131-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-452131-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-452131-title.pdf