Resiliensi Orangtua Penyandang Disabilitas yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus saat Pembelajaran Jarak Jauh
CHRISTIN F M BEBOK, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog
2022 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIDisebabkan pandemi Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pada tahun 2020 pemerintah mengubah metode pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan melibatkan orang tua sebagai pengajar. Kurangnya pengalaman dan keterbatasan orangtua khususnya orangtua penyandang disabilitas yang memiliki anak berkebutuhan khusus dalam pembelajaran jarak jauh menjadikan orangtua harus bertahan dan tangguh dalam menghadapi permasalahan, atau yang biasa disebut resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi orangtua penyandang disabilitas yang memiliki anak berkebutuhan khusus pada pembelajaran jarak jauh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 4 orang, yang merupakan orang tua disabilitas dengan anak berkebutuhan khusus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, kemudian data tersebut dianalisis dengan metode ground up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua disabilitas yang memiliki anak berkebutuhan khusus mampu untuk resilien dan menemukan solusi dari permasalahan yang mereka hadapi selama PJJ. Aspek resiliensi yang mereka lakukan adalah menganalisis masalah dan menemukan solusi, regulasi emosi, kontrol impuls, empati, optimis, efikasi diri, dan pencapaian kemampuan
Because of the Covid-19 pandemic and Large Scale Social Restrictions (PSBB), the government changed the learning method from face to face (offline learning) to distance learning (online learning) in 2020, with parents serving as mentors. Parents must endure and be resilient in dealing with problems due to their lack of experience and limitations, particularly those with disabilities who have children with special needs in distance learning. The purpose of this study is to determine the resilience of parents with mental disorders who have children with special needs in distance learning. The research method used is qualitative, and the research design is a case study. This study included four participants who were disabled parents with special needs children. Semi-structured interviews were used to collect data, which was then analyzed using the ground up method. The result of this of this study indicate that parents with disabilities who have special needs children can be resilient and find solutions to the problems during PJJ. They do analyze problem, implement the emotional regulation, impulse control, empathy, optimism, self-efficacy, and ability achievement, among other aspects of resilience.
Kata Kunci : nak berkebutuhan khusus, Orangtua penyandang disabilitas, Resiliensi, Studi kasus