Strategi Komunikasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara Dalam Program Pembangunan Pemberdayaan Kelurahan Dan Pedesaan Mandiri (PRO-P2KPM)
GRESSANDHY RANGGA I, Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP., M.SI, Ir. Fransiskus Trisakti Haryadi, M.Si., Ph.D
2022 | Tesis | MAGISTER PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNANPemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) melakukan percepatan pembangunan melalui Program Pembangunan Pemberdayaan Kelurahan dan Pedesaan Mandiri (PRO-P2KPM). Tujuan utama pelaksanaan PRO-P2KPM adalah tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa di Kabupaten Penajam Paser Utara khususnya dalam menghadapi pemindahan Ibu Kota Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi dan implementasi dari PRO-P2KPM. Strategi komunikasi ditinjau dari kondisi masyarakat, aktor yang terlibat dalam penyusunan strategi, dan desain strategi yang digunakan. Sedangkan implementasi strategi ditinjau dari tahapan pelaksanaan program, jenis program dan kendala serta hambatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deksriptif. Hasil dari penelitian ini diketahui strategi komunikasi yang digunakan dalam PRO-P2KPM adalah dengan melakukan pendampingan dan pelatihan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) berdasarkan potensi yang ada di masing-masing desa. Implementasi dari strategi komunikasi terbagi menjadi empat tahap yaitu: perencanaan, pendanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Secara garis besar strategi komunikasi dan implementasi pada PRO-P2KPM belum memperlihatkan perubahan yang signifikan pada masyarakat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah tahap evaluasi program yang masih mengacu pada pelaksanaan progam bukan pada indikator keberhasilan program.
The North Penajam Paser Regency t through the Village Community Empowerment Service (DPMD) has accelerated development through the Independent Village and Rural Empowerment Development Program (PRO-P2KPM). The main objective of PRO-P2KPM is to achieve the welfare and independence of rural communities in North Penajam Paser Regency, especially in facing the relocation of the State Capital. This study aims to examine the communication strategy and implementation of PRO-P2KPM. The communication strategy is viewed from the condition of the community, the actors involved in formulating the strategy, and the design of the strategy used. While the implementation of the strategy is viewed from the stages of program implementation, the type of program and the constraints or obstacles. The method used in this research is qualitative with a descriptive approach. The results of this study show that the communication strategy used in PRO-P2KPM is to provide assistance and training in Human Resources (HR) skills based on the potential that exists in each village. The implementation of the communication strategy is divided into four stages, i.e: planning, funding, implementation, and evaluation. In general, the communication and implementation strategies of PRO-P2KPM have not shown significant changes to the community. This is due to several factors, including the program evaluation stage which still refers to program implementation, not program success indicators.
Kata Kunci : penajam paser utara, pro-p2kpm, strategi komunikasi, North Penajam Paser Regency, pro-p2kpm, communication strategy