Tahapan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Dana Desa di Desa Keffing Kecamatan Seram Timur Kabupaten Seram Bagian Timur
INDRAWATI MAU, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si.
2022 | Tesis | MAGISTER PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANPemberdayaan masyarakat merupakan salah satu usaha dalam mengembangkan potensi sumber daya yang ada di daerah/desa yakni sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), guna mewujudkan kebermanfaatan dalam kehidupan sosial dan individu. Tujuannya adalah masyarakat dapat memliki pengetahuan dan keterampilan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan juga daerah. Hadirnya dana desa sebagai peluang untuk setiap daerah/desa dalam mencapai harapan tersebut. Untuk itu diperlukan penanganan serta pemanfaatan secara baik dari pemerintah daerah/desa agar dapat mewujudkan tujuan dan sasaran diberikannya dana desa khususnya berkaitan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di Desa Keffing melalui dana desa masih terkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur sementara aktivitas program pemberdayaan masyarakat hanya mencapai 12% dari himbauan pemerintah 30%. Pelaksanaan program pemberdayaan mulai dijalankan pada Tahun 2019 diantaranya terdapat 3 program namun, belum dilaksanakan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat melalui dana desa dengan pendekatan tahapan pemberdayaan masyarakat yaitu tahap penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pendayagunaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Peneliti menggunakan metode studi pustaka, observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Adapun informan penelitian adalah pihak pemerintah desa dan masyarakat terutama masyarakat yang menerima modal usaha. Lokasi penelitian di Desa Keffing Kecamatan Seram Timur Kabupaten Seram Bagian Timur, dan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui dana desa belum maksimal dikarenakan upaya penyadaran yang tidak optimal meskipun, masyarakat tahu akan kemampuan dan potensi alam yang mereka miliki. Kemudian dalam kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat telah mendapatkan pengetahuan dan cara mengolah ikan julung dalam bentuk yang lain salah satunya sambal namun, kegiatan tidak berkelanjutan. Dan pada tahap pemberian daya masyarakat diberikan modal usaha namun tidak dibarengi dengan pendampingan. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala yang menghambat yaitu dari pemerintah desa Keffing sendiri (terbatasanya sumber daya manusia yang mendamping kegiatan pemberdayaan masyarakat, kurangnya pengawasan Badan Permusyawaratan Desa, komunikasi yang belum intens, tingkat inovasi yang masih rendah dan Prioritas penggunaan anggaran dana desa), kemudian tidak adanya transparansi dari pihak pengelola dana desa dan kurangnya tingkat pertisipasi masyarakat. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Dana Desa
Community empowerment is an effort to develop the potential of available resources in the area/village both natural resources (SDA) and human resources (HR), to be welded in the sustainable life and individual so that people communicate skills and knowledge to improve the welfare of society and regions. The presence of village funds as an opportunity for each area/village in achieving the expectation. Therefore, it is necessary to handle good and utilization of the local/village government in order to realize the objectives and objectives of the given village funds, especially with regard to community empowerment activities. Community empowerment in the village of keffing through village funds is still not maximal, this is due to the percentage of the use of village funds still focusing on the construction of temporary infrastructure for community empowerment activities only reached 12% of the 30% appeal. The implementation of empowerment programs began to run in 2019 including 3 programs however, not yet fully implemented. This study aims to analyze and describe the implementation of community empowerment through village funds with the approach of community empowerment stage, the stage of building, capacity and the utilization of the factor that hinders the empowerment. This research uses qualitative research method with descriptive analysis approach. Researchers use the library study method, observation and interview to collect data. The informant of research is the village and community government, especially the community that accepts business capital. The location of the research in the village of Keffing District of East Seram District of Seram East, and the data analysis technique in this study used data reduction, data presentation and concludes. The results showed that the implementation of community empowerment through village funds has not been maximum due to an untwerable awareness effort though, the community knows the ability and the potential of their own. Then in the activities of increased capacity of the community has gained knowledge and how to process the flops in other forms one of them is sambal yet, activities are not sustainable. And at the stage of community giving is given business capital but not accompanied by assistance. This is due to some factors that inhibit ie from the Government of Keffing Village itself (subjected to the sustainable human resources activities of community empowerment, the lack of surveillance of village cultural entities, unpondent communication and low innovation level), then the absence of transparency from the village fund manager and lack of community levels of society. Keywords: Community Empowerment, Village Fund
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Dana Desa