Laporkan Masalah

Analisis Stakeholder dalam Keberlanjutan Program Smart Economy Pasardesa.id di Desa Panggungharjo, Bantul

YENI DENISA LESTARI, Dr. Ambar Widaningrum

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Pandemi Covid-19 di Indonesia sejak 2020 lalu membawa dampak terhadap aspek ekonomi berupa penurunan angka pertumbuhan ekonomi. Salah satu inovasi dalam bentuk digitalisasi ekonomi untuk permasalahan tersebut bagi masyarakat desa adalah smart economy Pasardesa.id Panggungharjo, Bantul. Setelah berhasil mendapat omset penjualan yang tinggi di masa pandemi, Pasardesa.id tidak terlepas dari berbagai permasalahan dalam pelaksanaannya yang berpengaruh terhadap keberlanjutan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan peranan masing-masing stakeholder dalam menentukan keberlanjutan program Pasardesa.id di Panggungharjo, Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara secara offline maupun online, serta data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen resmi yang berhubungan dengan Pasardesa.id Panggungharjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahapan pertama analisis stakeholder diketahui stakeholder Pasardesa.id Panggungharjo, yaitu CEO dan Tim Pasardesa.id, BumDes Panggung Lestari, Kepala Desa Panggungharjo, dan masyarakat sebagai mitra Pasardesa.id. Selanjutnya, CEO dan Tim Pasardesa.id, BumDes Panggung Lestari, Kepala Desa Panggungharjo diklasifikasikan sebagai definitive stakeholder yang memiliki atribut kekuatan, legitimasi dan urgensi, dimana ketiganya mendominasi pelaksanaan Pasardesa.id. Sedangkan masyarakat sebagai mitra diklasifikasikan sebagai dangerous stakeholder yang hanya memiliki atribut kekuatan dan urgensi, sehingga mereka menggunakan kekuatan sepenuhnya dalam mencapai urgensinya. Para stakeholder selanjutnya dipetakan peranannya berdasarkan atribut yang dimilikinya dalam keberlanjutan ekonomi, teknis dan sosial Pasardesa.id. CEO dan Tim Pasardesa.id, Kepala Desa Panggungharjo, serta BumDes Panggung Lestari berperan sebagai pembuat kebijakan. Para stakeholder tersebut menyusun program digitalisasi sampah yang di sinergikan dengan Pasardesa.id sebagai strategi baru akibat berakhirnya program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). CEO dan Tim Pasardesa.id juga berperan sebagai koordinator agar seluruh stakeholder dapat terkontrol dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Kepala Desa Panggungharjo berperan sebagai akselerator yang mempercepat tercapainya tujuan jangka panjang dari Pasardesa.id. Selanjutnya BumDes Panggung Lestari juga berperan sebagai fasilitator yang menjembatani antara Pasardesa.id dengan masyarakat sebagai mitra, serta terus membantu mengembangkan sistem dan meningkatkan sumber daya manusia pengelola dan mitra Pasardesa.id. Sedangkan masyarakat yang tergabung dalam mitra berperan sebagai implementor yang terus berlanjut menyediakan barang yang diperjualkan dan menyesuaikan setiap perubahan mekanisme pelaksanaan Pasardesa.id Panggungharjo.

The Covid-19 pandemic in Indonesia since 2020 had an impact on the economic aspect in the form of a decrease in economic growth rates. One of the innovations in the form of economic digitization for this problem for rural communities is smart economy Pasardesa.id Panggungharjo, Bantul. After successfully obtaining high sales turnover during the pandemic, Pasardesa.id is inseparable from various problems in its implementation that affect the sustainability of the program. This study aims to map the role of each stakeholder in determining the sustainability of the Pasardesa.id program in Panggungharjo, Bantul. This study uses a qualitative method with a case study approach. The type of data used in this research is primary data obtained through offline and online interviews, as well as secondary data obtained through official documents related to Pasardesa.id Panggungharjo. The results of this study indicate that in the first stage of stakeholder analysis it is known that Pasardesa.id Panggungharjo stakeholders, namely the CEO and the Pasardesa.id Team, BumDes Panggung Lestari, Head of Panggungharjo Village, and the community as Pasardesa.id partners. Furthermore, the CEO and Team of Pasardesa.id, BumDes Panggung Lestari, Head of Panggungharjo Village are classified as definitive stakeholders who have the attributes of strength, legitimacy and urgency, where the three dominate the implementation of Pasardesa.id. Meanwhile, the community as a partner is classified as a dangerous stakeholder that only has the attributes of strength and urgency, so that they fully use their power to achieve their urgency. Stakeholders then mapped their roles based on their attributes in the economic, technical and social sustainability of Pasardesa.id. The CEO and the Pasardesa.id Team, the Head of Panggungharjo Village, and the BumDes Panggung Lestari act as policy makers. These stakeholders compiled a waste digitization program which was synergized with Pasardesa.id as a new strategy due to the end of the Village Fund Direct Cash Assistance (BLT DD) program. The CEO and the Pasardesa.id Team also act as coordinators so that all stakeholders can be controlled in carrying out their respective duties. The Head of Panggungharjo Village acts as an accelerator that accelerates the achievement of the long-term goals of Pasardesa.id. Furthermore, BumDes Panggung Lestari also acts as a facilitator who bridges Pasardesa.id with the community as partners, and continues to help develop the system and improve the human resources of Pasardesa.id managers and partners. Meanwhile, the community members who are members of the partners play the role of implementers who continue to provide goods for sale and adjust to any changes in the implementation mechanism of Pasardesa.id Panggungharjo.

Kata Kunci : Analisis stakeholder, inovasi, keberlanjutan, Pasardesa.id

  1. S2-2022-466831-abstract.pdf  
  2. S2-2022-466831-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-466831-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-466831-title.pdf