Sistem perdagangan tembakau di SUmenep Madura :: Mengungkap ketidakberdayaan petani terhadap pedagang tembakau
FATHORRAHMAN, Dr. J. Nasikun
2003 | Tesis | S2 SosiologiPenelitian yang berjudul “Sistem Perdagangan Tembakau di Sumenep Madura: Mengungkap ketidakberdayaan Petani terhadap pedagang tembakau†dilaksanakan di empat Kecamatan: Peragaan, Guluk-Guluk, Ganding, dan Bluto. Kabupaten Sumenep – Madura Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persoalan-persoalan yang terjadi dalam sistem perdagangan tembakau yang melibatkan beberapa kelompok yaitu, petani, bandol, juragan, dan Tauke. Sistem perdagangan tembakau yang terjadi di empat kecamatan tersebut terdapat proses jual-beli tembakau yang tidak sehat. Sehingga, kelompok yang paling dirugikan adalah kelompok petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif-kualitatif yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan proses jual-beli tembakau yang tidak sehat secara mendalam dengan menggunakan data kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara dengan para pelaku perdagangan tembakau yang ada di keempat kecamatan tersebut, yaitu petani, bandol, juragan, dan Tauke. Kondisi perdagangan tembakau yang tidak sehat dan telah merugikan kelompok petani, disebabkan oleh aturan main pembelian tembakau yang tidak fair, despotik, dan sepihak yang dilakukan oleh bandol, juragan, dan tauke. Seperti: cabutan tembakau sebagai contoh dan pemotongan berat timbangan tembakau yang terlalu banyak. Oleh karenanya, aturan main yang demikian telah menciptakan ketidakberdayaan (empowermentless) bagi petani. Ada dua faktor ketidakberdayaan petani dalam sistem perdagangan tembakau. Pertama, faktor eksternal, kondisi ketidakberdayaan petani yang disebabkan oleh aturan main perdagangan tembakau. Kedua, faktor internal, kondisi ketidakberdayaan yang lebih disebabkan oleh lemahnya posisi bargaining dan persatuan di tingkat petani sendiri. Berdasarkan persoalan-persoalan krusial yang terdapat dalam sistem perdagangan tembakau, terutama yang menyangkut posisi ketidakberdayaan petani terhadap kelompok-kelompok pelaku perdagangan tembakau di atas, penelitian ini dilakukan. Setidaknya, penelitian ini menjadi salah satu sumbangsih pemikiran yang bisa diperhatikan oleh semua pihak—terutama oleh pemerintah dan lebih- lebih oleh siapapun saja yang terlibat dalam perdagangan tembakau
This research deals with “System of Tobacco trading at Sumenep-Madura: a description of the empowermentless peasant vis a vis the tobacco traders†in four districts: Peragaan, Guluk-guluk, Ganding, and Bluto. This research aims to know some problems in system of tobacco trading that involves some communities like, peasant, bandol, juragan, and tauke. The system of trading tobacco in those districts there contain process of tobacco sellingbuying whichh not healthy. There fore, the peasant has been always in disadvantage position. The methode that been used in this research is descriptive-qualitative inquiry that aims to describe the process of tobacco selling-buying has been not healthy with depthly qualitative data. The source of data was found by interview with some tobacco traders in four districts, encompassing peasant, bandol, juragan, and tauke The condition of trading tobacco which not healthy and has been made disadvantage for peasant community, is caused by rule of game in buying tobacco unfair, despotic, individualistic has be done by bandol, juragan, and tauke. Example: cabutan tobacco for example and cutting high weight tobacco which over. Therefor, a rule of game like that has been made empowermentless for peasant. There are two factor of the empowermentless of peasant in system of tobacco trading. First, external factor, the condition of peasant’s empowermentless has been caused by a rule of game of tobacco’s trading. Two, internal factor, the condition of empowermentless that more caused by bargaining position and the unity among peasant unforceable Based on crucial problems in system of tobacco trading, abobe all to the condition of empowermentless peasant to tobacco traders, this research has been done. Indeed, this research can be one of contribution of thought which be attentioned by any community—above all by goverment and whoever has been involve in system of tobacco trading.
Kata Kunci : Sosiologi Petani,Ketidakberdayaan Petani,Pedagang Tembakau, Tobacco trading, empowermentless