Evaluasi Kesiapan Penerapan SAK EMKM Pada UMKM (Studi Pada Umkm Di Kota Samarinda)
TUTI SEFTIANY, Singgih Wijayana, S.E., M.Sc., Ph.D.
2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPenelitian ini medeskripsikan hasil evaluasi yang dilakukan pada usaha kecil di Kota Samarinda, khususnya pada entitas mikro terkait sejauh mana entitas-entitas tersebut siap untuk menerapkan Standar Akuntansi Keuangan untuk menunjang kebtuhan dan keselarasan pelaporan keuangan dalam upaya keberlanjutan entitas UMKM tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penyebaran kuesioner kepada 236 sampel dari kelompok usaha kecil yang ada di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Data terkait sampel dari penelitian diperoleh dari DISPERNDAGKOP Provinsi Kalimantan Timur yang berada di Kota Samarinda. Penilitian ini menggunakan empat indikator untuk menilai kesiapan UMKM yaitu pengetahuan, pemahaman, asusmsi biaya dan manfaat, dan sumber daya manusia. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa entitas secara signfikan masih belum siap untuk mengimplementasikan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM). Entitas yang sudah membuat laporan keuangan masih banyak yang menggunakan jasa dari Kantor Jasa Akuntan (KJA) walaupun sudah memiliki sumber daya yang menangani bagian keuanggan entitas. Penggunaan laporan keuangan tersebut juga masih ditujukan untuk pengambilan keputusan dan kebutuhan perpajakan. Studi ini memberikan gambaran bahwa, dibutuhkannya sinergi dari pihak pemerintah dan sisi akademisi untuk memberikan edukasi tidak hanya kepada pelaku UMKM. Namun, juga kepada calon sumber daya manusia yang akan bekerja di bidang akuntansi untuk memiliki kesadaran terhadap Standar Akuntansi yang berlaku, khususnya di Kota Samarinda.
This study describes the results of evaluations carried out on small businesses in Samarinda City, especially on related micro entities to what extent these entities are ready to apply Financial Accounting Standards to support the needs and alignment of financial reporting in efforts to sustain the MSME entities. This study uses a quantitative approach. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 236 samples from small business groups in Samarinda City, East Kalimantan Province. Data related to the sample from the study were obtained from the East Kalimantan Province DISPERNDAGKOP which is in Samarinda City. This research uses four indicators to assess the readiness of MSMEs, namely knowledge, understanding, cost and benefit assumptions, and human resources. The results of this study indicate that entities are still significantly not ready to implement the Financial Accounting Standards for Micro, Small and Medium Entities (SAK EMKM). Many entities that have made financial reports still use the services of an Accountant Service Office (KJA) even though they already have the resources to handle the entity's financial part. The use of these financial statements is also still intended for decision making and tax purposes. This study illustrates that there is a need for synergy from the government and academia to provide education not only for MSMEs but also for human resource candidates who will work in the accounting field to have awareness of the applicable Accounting Standards, especially in Samarinda City.
Kata Kunci : standar akuntansi, umkm, laporan keuangan, kesiapan, SAK EMKM