Distro Names in The Linguistic Landscape of Bukittinggi
IKRIMA ZAHARA, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A
2022 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKPenelitian ini bertujuan untuk membahas fenomena yang berbeda di Bukittinggi dimana mayoritas distro, sebagai bagian dari rambu-rambu pribadi, menggunakan Bahasa Minang. Penelitian ini dilakukan dalam bingkai Sosiolinguistik dan Semantik untuk menganalisis nama-nama distro di Bukittinggi sebagai data penelitian ini. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data. Sumber data adalah semua nama distro yang ditemukan di Bukittinggi, yang dikumpulkan dengan mengambil gambar tanda-tanda dan juga jawaban pemilik mengenai nama distro. Pengumpulan data dilakukan dengan menulis ulang teks yang ditampilkan dalam gambar sebagai data dalam bentuk teks, dan dengan mencatat dari wawancara singkat dengan seluruh pemilik 31 distro yang telah ditemukan.Hasil temuan dan pembahasan menunjukkan bahwa: 1) pola bahasa yang ditampilkan nama-nama distro di Bukittinggi didominasi oleh bahasa Minang, 2) terdapat 21 kata dalam klasifikasi divergensi dan 10 kata dalam klasifikasi konvergensi, artinya nama-nama tersebut dipertimbangkan. sebagai upaya pemertahanan bahasa dan kata Minang yang diambil untuk nama distro di Bukittinggi dapat diklasifikasikan menjadi 5 kategori, yaitu: benda keseharian, makanan tradisional, nama hewan, kata sifat positif, dan kata aneh, 3) ada 7 Proses Penamaan yang digunakan oleh 31 nama distro di Bukittinggi, yaitu: Bahan, Penyebutan Sifat Khas, Keserupaan, Penyebutan Penemu atau Pembuat, Pemendekan, Penyebutan Tempat Asal dan Penamaan Baru, dan 4) sebagian besar nama distro yang diambil dari bahasa Minang memiliki Makna Asosiatif sementara 6 diantaranya tidak memiliki Makna Asosiatif. Dengan diselesaikannya penelitian ini, terbukti bahwa lanskap linguistik dapat digunakan untuk menyelidiki berbagai masalah dalam Linguistik. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mencari makna di balik nama dengan melibatkan analisis semiotika dari logo atau tokoh yang ditampilkan dalam papan nama toko.
This research aims to discuss a different phenomenon in Bukittinggi where the majority of distros, as the part of private signs, is using Minang Language. This research is conducted in Sociolinguistics and Semantics frame to analyze the distro names in Bukittinggi as the data of this research. Both qualitative and quantitative approach are used upon analyzing the data. Data sources are all distro names found in Bukittinggi, that are collected by taking pictures of the signs and also the answers of the owners regarding the distro names. Data collection was done by rewriting the text that is showed in pictures as the data in the form of text, and by taking notes from the short interviews with all owners of the 31 distros that have been found. The findings and the discussion are showing that: 1) the language pattern that is displayed by the distro names in Bukittinggi is dominated by Minang language by the percentage of 63%, 2) there are 21 words in divergence classification and 10 words in convergence classification, meaning the names are considered as a language maintenance effort and the Minang words that are taken to name distros in Bukittinggi can be classified into 5 categories, which are: daily things, traditional food, animals, positive adjectives, and unique words, 3) there are 7 Naming Processes used by the 31 distro names in Bukittinggi, which are: material, characteristics, resemblance, mentioning inventor or maker, shortening, mentioning, place or origin and new names, and 4) the majority of distro names that are taken from Minang language have associative meaning and 6 of them do not have associative meaning. It is proven that a linguistic landscape can be used to investigate a wide range of issues in Linguistics. For further research, it is suggested to seek a meaning behind the names by involving semiotics analysis of the logos or any figures showed in the shop signs.
Kata Kunci : Linguistic Landscape, Language Pattern, Naming Process, Language Maintenance