Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN ORTHOREXIA NERVOSA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA

TSANIA FITRI KUMALA, Yayuk Hatriyanti,SKM.,M.Kes; Aviria Ermamilia,S.Gz.M.Gizi.,RD;Dr. Supriyati,S.Sos.,M.Kes

2022 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATAN

Latar belakang: Orthorexia nervosa merupakan salah satu gangguan makan yang ditandai dengan adanya obsesi untuk mengkonsumsi makanan sehat secara berlebih. Orthorexia nervosa dapat berdampak secara fisik, psikologis, dan sosial. Penggunaan media sosial Instagram diduga menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami Orthorexia Nervosa, informasi kesehatan di Instagram dapat menjangkau dan mempengaruhi ribuan orang bahkan jutaan, meskipun sumber informasi tersebut diragukan kebenarannya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial Instagram dengan Orthorexia Nervosa pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan mengetahui keterkaitan variabel perancu (jenis kelamin, pendapatan bulanan, usia, kluster fakultas dan pengetahuan gizi) dengan orthorexia nervosa. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian observasional dengan pendekatan crosssectional study. Sampel pada penelitian ini sebayak 529 orang mahasiswa yang diambil dengan probability sampling yaitu stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online, data Orthorexia Nervosa dikumpulkan melalui kuesioner ORTO-15, sedangkan data demografi dan intensitas penggunaan media sosial Instagram dikumpulkan dengan kuesioner. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square dengan α = 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki intensitas penggunaan media sosial Instagram sedang dan sebanyak 55% mahasiswa mengalami Orthorexia Nervosa. Terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial Instagram dengan Orthorexia Nervosa pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada (p value = 0,037 < 0,05) dan tidak ada keterkaitan variabel perancu (jenis kelamin, pendapatan bulanan, usia, kluster fakultas dan pengetahuan gizi) dengan orthorexia nervosa Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif antara intensitas penggunaan media sosial Instagram dengan Orthorexia Nervosa pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan tidak ditemukan variabel perancu (jenis kelamin, pendapatan bulanan, usia, kluster fakultas dan pengetahuan gizi) dalam penelitian ini. Kata kunci: Orthorexia Nervosa, Instagram, Media Sosial, Gangguan Makan

Background: Orthorexia nervosa is an eating disorder characterized by an obsession with consuming healthy foods. Orthorexia nervosa have a physical, psychological, and social impact. The use of social media Instagram is suspected to be one of the risk factor of Orthorexia Nervosa, which health information on Instagram can reach and affect thousands of people and even millions, even though the source of the information is doubtful. Objective: To determine the correlation between the intensity of social media Instagram use and Orthorexia Nervosa in Gadjah Mada University students and determine the correlation of confounding variables (gender, monthly income, age, faculty cluster and nutritional knowledge) with orthorexia nervosa. Methods: The research design used is an observational study with cross-sectional design that involved 529 students. Samples were taken by stratified random sampling. Data was collected by online, Orthorexia Nervosa data was collected through the ORTO 15 questionnaire, while demographic data and the intensity of social media Instagram use were collected using a questionnaire. Chi square test with ê­¤ = 0,05 is used in this study. Results: The results showed that most of the students had moderate intensity of using social media Instagram and as many as 55% of students experienced Orthorexia Nervosa. There is a correlation between the intensity of using social media Instagram and Orthorexia Nervosa in Gadjah Mada University students (p value = 0.037 < 0.05) and there is no correlation of confounding variables (gender, monthly income, age, faculty cluster and nutritional knowledge) with orthorexia nervosa Conclusion: There is a positive correlation between the intensity of social media Instagram use and Orthorexia Nervosa in Gadjah Mada University students and no confounding variables (gender, monthly income, age, faculty cluster and nutritional knowledge) were found in this study. Keywords: Orthorexia Nervosa, Instagram, Social Media, Eating Disorders

Kata Kunci : Orthorexia Nervosa, Instagram, Media Sosial, Gangguan Makan