Laporkan Masalah

Koridor Jalan Ramah Anak di Sisi Selatan Kawasan Malioboro, Yogyakarta

DEA VIVIANI, Diananta Pramitasari, S.T., M.Eng., Ph.D

2022 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Menciptakan lingkungan yang ramah terhadap anak merupakan salah satu target utama dari program Sustainable Development Goals (SDG's) pada tahun 2030. Target tersebut juga didukung dengan adanya kebijakan kabupaten/kota layak anak yang memiliki isu strategis berupa minimnya ketersediaan ruang publik bagi anak/masyarakat. Koridor jalan merupakan salah satu bentuk ruang publik yang sewajarnya juga mampu memenuhi kebutuhan semua penggunanya, tidak terkecuali untuk anak-anak. Penelitian ini dilakukan pada koridor jalan di sisi selatan Kawasan Malioboro, Yogyakarta. Koridor tersebut memiliki urgensi untuk menjadi koridor yang ramah anak karena memiliki potensi objek daya tarik wisata ramah anak yaitu Taman Pintar dan Museum Benteng Vredeburg serta adanya beberapa fungsi pendidikan yang terletak di sekitarnya. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan arahan desain koridor ramah anak pada beberapa koridor jalan di sisi selatan kawasan Malioboro sebagai upaya pemenuhan hak-hak anak di Kawasan Malioboro Yogyakarta. Adapun hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah kriteria elemen fisik yang buruk pada area koridor di sisi selatan kawasan Malioboro adalah keselamatan dalam aspek mobilitas, kenyamanan dalam aspek teduhan, ketersediaan layanan bagi pejalan kaki dan kesehatan. Sedangkan kriteria elemen fisik yang berkualitas baik adalah keterhubungan dalam aspek definisi ruang jalannya. Apabila dilihat berdasarkan segmentasinya, pada segmen 1-5 memiliki derajat elemen fisik koridor yang cukup ramah anak dan segmen 6-10 tidak ramah anak. Ditemukan juga bahwa elemen fisik yang paling berpengaruh dalam menciptakan aktivitas penggunaan koridor jalan oleh anak-anak adalah kenyamanan lebar jalur pedestrian yang berkaitan dengan keselamatan fisik anak-anak, ditentukan dari ada/tidaknya penghalang/penghambat jalur pedestrian.

Creating a child-friendly environment is one of the main targets of the Sustainable Development Goals (SDG's) program by 2030. This target is also supported by the child-friendly district policy which has a strategic issue of the lack of availability of public space for children/communities. The road corridor is one form of public space that should also be able to meet the needs of all users, including children. This research was conducted on the corridor on the south side of Malioboro area, Yogyakarta. The corridor has an urgency to become a child-friendly corridor because it has the potential for child-friendly tourist attraction objects, namely Taman Pintar and Museum Benteng Vredeburg as well as several educational functions located in the vicinity. Therefore, the purpose of this research is to produce child-friendly corridor design directions on several road corridors on the south side of Malioboro area as an effort to fulfill children's rights in Malioboro Yogyakarta. The results found from this research are the criteria of poor physical elements in the corridor area on the south side of Malioboro area are safety in the aspect of mobility, comfort in the aspect of shade, availability of services for pedestrians and health. Meanwhile, the criteria for good quality physical elements are connectedness in the aspect of street space definition. When viewed by segmentation, segments 1-5 have a degree of physical elements of the corridor that are quite child-friendly and segments 6-10 are not child-friendly. It was also found that the most influential physical element in creating the activity of using road corridors by children is the comfort of the width of the pedestrian path related to the physical safety of children, determined by the presence / absence of barriers / obstructions to the pedestrian way.

Kata Kunci : Elemen Fisik, Koridor, Ramah Anak, Ruang Publik

  1. S2-2022-467185-abstract.pdf  
  2. S2-2022-467185-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-467185-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-467185_title.pdf