Laporkan Masalah

Peranan perempuan Papua dalam Partai Politik di Provinsi Papua

KAMBUAYA, Aksamina, Dr. Purwo Santoso, MA

2003 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Pada masa Orde Baru hingga masa reformasi, peranan perempuan Papua dalam partai politik belum mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan aktivitas partai politik yang diikutinya seperti yang terjadi di Provinsi Papua. Dilihat dari kapasitasnya, peranan perempuan Papua dalam partai politik masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan peranan kaum laki-laki karena kaum laki-laki lebih dominan dalam partai politik. Kurangnya peranan perempuan Papua dalam partai politik di Provinsi Papua disebabkan oleh adanya berbagai hambatan-hambatan seperti faktor keluarga dan budaya yang berlaku pada daerahnya. Dengan demikian penelitian ini diarahkan pada satu pertanyaan mendasar yang perlu dikaji yaitu bagaimana peranan atau partisipasi perempuan Papua dalam partai politik di Provinsi Papua. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui dan memaparkan peranan atau partisipasi perempuan Papua dalam partai politik di Provinsi Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan secara gamblang peran aktif perempuan Papua dalam partai politik. Analisis dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh buku-buku literatur dan wawancara (interview) dengan bantuan kuesioner yang sifatnya terbuka dan mendalam dengan sumber-sumber yang berkompeten. Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa partisipasi perempuan Papua dalam partai politik pada era reformasi semakin meningkat dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar. Secara umum, posisi 12 tokoh politik perempuan Papua dalam partai politik adalah sebagai anggota biasa yang bentuk partisipasinya adalah ikut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan rapat-rapat di DPRD Provinsi Papua dan rapat-rapat intern partai. Meskipun demikian, umumnya mereka masih cenderung bersifat pasif dan kurang inisiatif untuk memberikan masukan-masukan kepada dewan dan pengurus partai. Partisipasi aktif dari 12 tokoh tersebut hanya diwujudkan pada saat menjelang Pemilu saja. Keterlibatan 12 tokoh politik perempuan Papua dalam partai politik didorong oleh dua faktor yakni faktor internal partai dan faktor eksternal. Internal Partai, pada tokoh yang terlibat dalam partai Golkar karena dalam partai tersebut menyediakan saluran untuk kaum perempuan Papua yakni HWK, sedangkan pada tokoh yang terlibat dalam partai PDIP didorong oleh adanya konsep persamaan antara kaum lakilaki dan perempuan. Faktor eksternal yang mendorong 12 tokoh perempuan Papua untuk terlibat dalam partai politik adalah adanya dukungan keluarga, ekonomi yang memadai, pengaruh adat budaya yang sudah semakin maju, dan faktor pendidikan yang semakin tinggi. Upaya-upaya meningkatkan partisipasi perempuan Papua untuk terlibat dalam partai politik adalah dengan cara menanamkan adanya persamaan hak dan kesempatan antara kaum laki-laki dan perempuan dalam keluarga, dalam partai politik, menerapkan ekonomi kerakyatan yang membangun ekonomi keluarga, memberikan penyuluhan terhadap adat atau budaya yang sifatnya mendiskriminasi kaum perempuan Papua, serta meningkatkan pendidikan formal dan informal kaum perempuan Papua. Rekomendasi yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini adalah perlu dilakukan peningkatan atau perbaikan seperti terhadap tingkat pendidikan perempuan Papua, reformasi budaya yang masih kuat, potensi dan minat perempuan Papua, dan perlu adanya redefinisi, reorientasi, dan revitalisasi partai-partai politik. Dengan demikian dapat meningkatkan jumlah dan peranan perempuan Papua untuk terlibat secara aktif dalam partai politik di Provinsi Papua.

In the era of New Order to the reform, the role of women of Papua in the political party had not been able to give meaningful contribution for the development of political party activity, followed by her as happened in Papua Province. Viewed from its capacity, he role of women of Papua in the political party was still much smaller than the role of men, because men were more dominance in political party. The lack of the role of women of Papua in the political party of the Papua Province was caused by the existence of various obstacles such as familial can cultural factors applied in its districs. Therefore, this study was directed to a fundamental question needed to study how the role or the participation of women of Papua in the political party in Papua Province. This study was carried out in purpose of to find out and elaborate the role or the participation of women of Papua in the political party in Papua Province. The method used in this study was descritive qualitative aiming to describe clearly the active role of Papua women in the political party. The analysis was carried out using primary and secondary data obtained from literatures and interview with the assitance of opened and deep questionnaire of competent correspodent. The finding obtained in this study showed that the participation of women of Papua in the political party in the era of reform was increasing compared with the previous eras, althuogh the number was not too big. Generally, the position 12 of political expert of Papua women in the political party was as a common member, whose form of the participation was joining to be involved in the implemantation of meetings in DPRD if Papua Province and internal meeting of the party. Nevertheless, generally, the still tended to be passive and less initiative to give inputs to the board and management of the party. The active participation from the 12 expert of politics of Papua women in the political party was enhanced by two factors, internal and external factors of the party. The internal party, for the person involved in the Golkar party because in this party, it provided a channel for women of Papua of HWK, while the expert involved in PDIP party were enhance by the existence of the equality concept of men and women. The external factor enforcing the 12 experts of women of Papua to involve in the political party was existence of familiy support, adequate economy, advanced custom effect, and higher educational factors. The effort to increase Papua women participation to be involved in the political party was by bearing the equity of rights and chance beetwen the men and the women in the family, in the political party, applying societal workshop building the family economy, giving workshop on the culture or custom discriminating women of Papua, and increasing formal and informal educations for Papua women. The recommendation suggested from this study was that it was needed an implementation of improvement or adjustment such as the educational level of Papua Province, strong cultural reform, the potential and the interest of Papua women, and the need of redefinition, reorientation, and revitalization of political parties. Therefore, it could increase the number and the role of Papua women to involve actively in the political party in Papua Province.

Kata Kunci : Partai Politik,Peran Perempuan,Propinsi Papua


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.