EVALUASI STATUS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL MANGROVE PASARBANGGI DAN TIREMAN KABUPATEN REMBANG
VYTA SEPTIKOWATI, Prof. Dr. Erny Poedjirahajoe, M.P; Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si., IPU; Dr. Jur. Any Andjarwati,S.H., M.Jur; Dr.rer.silv. Sandy Nurvianto, S.Hut., M.Sc.
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KEHUTANANPenetapan ekosistem Mangrove Pasarbanggi dan Tireman menjadi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE), merupakan upaya sadar pemerintah serta berbagai pihak untuk melestarikan pesisir utara Jawa, khususnya Kabupaten Rembang. Pada pengelolaannya, masih terjadi berbagai permasalahan kompleks, sehingga KEE belum dapat memberikan kebermanfaatan yang optimal untuk masyarakat sekitar KEE. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) menganalisis kondisi faktual pengelolaan KEE Mangrove Pasarbanggi dan Tireman, dan 2) menganalisis keberlanjutan pengelolaan KEE Mangrove Pasarbanggi dan Tireman, pada enam dimensi, yaitu: a) ekologi, b) ekonomi, c) etika lingkungan, d) sosial, e) kelembagaan, dan f) teknologi. Analisis kondisi faktual dilakukan menggunakan metode kualitatif, sedangkan analisis keberlanjutan dilakukan dengan menggunakan metode Multidimensional Scalling (MDS) berbantuan RAPFISH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, model faktual pengelolaan KEE yang dilakukan oleh kelompok didasarkan pada model Plan, Do, Check, Act (PDCA), dimana pola pengelolaannya merupakan siklus peningkatan proses (improvement process) yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Selanjutnya, hasil analisis keberlanjutan pada enam dimensi menggunakan RAPFISH, didapatkan nilai indeks keberlanjutan pada enam dimensi pengelolaan, yaitu: a) ekologi: 79,56 (berkelanjutan); b) ekonomi: 61,7 (cukup berkelanjutan); c) etika: 65,0 (cukup berkelanjutan); d) kelembagaan: 75,8 (berkelanjutan); e) sosial: 57,0 (cukup berkelanjutan); f) teknologi: 73,28 (cukup berkelanjutan). Berdasarkan hasil analisis indeks keberlanjutan untuk seluruh dimensi pengelolaan KEE Mangrove Pasarbanggi dan Tireman, dihasilkan nilai indeks keberlanjutan 68,72 dengan status cukup berkelanjutan. Atribut dimensi yang sensitif terhadap indeks keberlanjutan pengelolaan KEE, antara lain: a) kerapatan vegetasi; b) tutupan tajuk; c) ketebalan mangrove; d) salinitas air; e) jasa wisata mangrove; f) pendapatan; g) pemanfaatan mangrove; h) penataan wilayah; i) promosi; j) sarana dan prasarana; k) fasilitasi dan pendampingan; l) edukasi; m) pemeliharaan kawasan; n) kerjasama antar pihak; o) legal aspek dan peraturan tertulis; p) manajemen KEE; q) kinerja kelompok pengelola; r) pelestarian dan pemeliharaan mangrove; s) pembibitan mangrove. Hasil tersebut bermakna bahwa keberlanjutan pengelolaan KEE Mangrove Pasarbanggi dan Tireman dapat terus ditingkatkan dengan mengoptimalkan atribut yang sensitif pada pengelolaan KEE. Upaya ini memerlukan peran aktif dan kolaborasi dari berbagai pihak, mengesampingkan ego sektoral dan kelembagaan demi terwujudnya pesisir lestari.
The determination of the Pasarbanggi and Tireman Mangrove ecosystems as an Essential Ecosystem Area (KEE), is a conscious effort by the government and various parties to preserve the north coast of Java, especially the Rembang district. In its management, there are still various complex problems, so KEE has not been able to provide optimal benefits for the community around KEE. The objectives of this study are to: 1) analyze the factual conditions of the Pasarbanggi and Tireman Mangrove KEE management, and 2) analyze the sustainability of the Pasarbanggi and Tireman Mangrove KEE management, on six dimensions, namely: a) ecology, b) economy, c) enviromental ethics, d ) social, e) institutional, and f) technology. The analysis of factual conditions was carried out using qualitative methods, while the sustainability analysis was carried out using the Multidimensional Scaling (MDS) method assisted by RAPFISH. The results show that the factual model of KEE management carried out by the group is based on the Plan, Do, Check, Act (PDCA) model, where the management pattern is an improvement process cycle that is carried out continuously and continuously. Furthermore, the results of the sustainability analysis on six dimensions using RAPFISH, obtained sustainability index values on six management dimensions, namely: a) ecology: 79.56 (sustainable); b) economy: 61.7 (quite sustainable); c) ethics: 65.0 (quite sustainable); d) institutional: 75.8 (sustainable); e) social: 57.0 (quite sustainable); f) technology: 73.28 (quite sustainable). Based on the results of the analysis of the sustainability index for all dimensions of the management of KEE Mangrove Pasarbanggi and Tireman, the resulting sustainability index value of 68.72 with a quite sustainable status. Dimensional attributes that are sensitive to the KEE management sustainability index include: a) vegetation density; b)header cover; c) thickness of mangroves; d) water salinity; e) mangrove tourism services; f) income; g) use of mangroves; h) regional administration; i) promotion; j) facilities and infrastructure; k) facilitation and assistance; l) education; m) area maintenance; n) cooperation between parties; o) legal aspects regulations; p) KEE management; q) the performance of the management group; r) preservation and maintenance of mangroves; s) mangrove nurseries. These results mean that the sustainability of the management of the Pasarbanggi and Tireman KEE Mangroves can be continuously improved by optimizing the sensitive attributes of KEE management. This effort requires an active role and collaboration from various parties, putting aside sectoral and institutional egos for the realization of a sustainable coast.
Kata Kunci : keberlanjutan, kawasan ekosistem esensial, mangrove, multidimensional scalling