Laporkan Masalah

Penerapan Model Hidrologi Semi Distributed Untuk Kajian Pengaruh Perubahan Tataguna Lahan Terhadap Banjir Kabupaten Serang

INTAN AFIAH R, Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng., Ph.D ; Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto

2022 | Tesis | MAGISTER TEKNIK SIPIL

Secara administratif, Kabupaten Serang dilintasi oleh Sungai Ciujung yang meerupakan salah satu sungai terbesar di DAS Cidanau Ciujung Cidurian dengan luas daerah pengaliran 1818,55 km2. Kabupaten Serang merupakan daerah hilir Daerah Aliran Sungai Ciujung. Dilihat dari trend hujan yang tercatat pada Pos Curah Hujan Pamarayan yang terletak di Kabupaten Serang tidak tejadi perubahan yang signifikan. Banjir yang terjadi di Kabupaten Serang diperkirakan terjadi akibat berubahnya tataguna lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung. Salah satu dampak hidrologi dari perubahan penggunaan lahan adalah meningkatnya debit banjir. Permasalahan banjir di suatu daerah hilir muncul dari berubahnya penutupan lahan didaerah hulu. Kualifikasi penggunaan lahan dapat mengetahui curah hujan yang mengalir pada area atas pada tanah (run-off). Akibat besar curah hujan yang turun di hulu, semakin besar pengaruh limpasan di hulu. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas tanah, kualitas sumber airnya, karenakan tidak sesuai di bagian kapasitas juga penggunaan lahan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, diperlukan suatu kajian untuk memodelkan besarnya runoff yang mencapai outlet di Kabupaten Serang, karena ukuran DAS yang cukup besar maka dalam studi ini digunakan model hidrologi semi distributed untuk memodelkan transformasi hujan-aliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan dari tahun 2012 dan 2020 mengakibatkan peningkatan nilai CN komposit pada seluruh sub DAS. Sub DAS Ciujung Tengah meningkat 0,93%, sub DAS Ciujung Hilir meningkat 0,76%, sub DAS Ciujung Kanan meningkat 1,36%, sub DAS Ciujung Kiri meningkat 1,22% dan sub DAS Ciujung Kecil 3,00%. Peningkatan nilai CN komposit pada tiap sub DAS berdampak pada meningkatnya debit banjir pada seluruh sub DAS. Dari kelima sub DAS yang terdapat pada DAS Ciujung, sub DAS Ciujung Tengah memiliki pengaruh yang besar terhadap banjir dikarenakan selain memiliki presentase perubahan yang cukup besar, sub DAS Ciujung Tengah memiliki luas DAS yang paling besar yaitu 24,7% dari luas DAS, pada kondisi kelengasan tanah normal untuk Q5 meningkat 3,3%, Q20 meningkat 2,7%, Q50 meningkat 2,4%, Q100 meningkat 2,1% dan Q1000 meningkat 1,5%. Pada kondisi kelengasan tanah basah untuk Q5 meningkat 1,8%, Q20 meningkat 1,3%, Q50 meningkat 1,1%, Q100 meningkat 1,0% dan Q1000 meningkat 0,7%.

The Serang Regency is crossed by the Ciujung River, one of the largest rivers in the Cidanau Ciujung Cidurian watershed, with a drainage area of 1818.55 km2. Serang Regency is a downstream area of the Ciujung River Basin. Judging from the Rainfalltrend recorded at the Pamarayan Rainfall Post located in Serang Regency, no significant change has occurred. The flood in Serang Regency is estimated to occur due to changes in land use in the Ciujung watershed. One of the hydrological impacts of land use change is the increased flood discharge. The flood problem in a downstream area arises from the change in land use in the upstream area. Land use qualifications can determine the runoff volume due to a large amount of rainfall that falls in the upstream area, the greater the influence of runoff in the upstream area. In connection with this problem, a study is needed to model the magnitude of the runoff that reaches the outlet in Serang Regency because the size of the watershed is quite large, so in this study, a semi-distributed hydrological model is used to model rain-flow transformation. The results showed that land use changes between 2012 and 2020 increased the value of curve number composites in all sub-watersheds. The Upper Middle sub-watershed increased by 0.93%, the Downstream sub-watershed increased by 0.76%, the Upper Leftsub-watershed increased by 1.36%, the Upper Left sub-watershed increased by 1.22%, and the Upper Small sub-watershed by 3.00%. The increase in the composite curve number in each sub-watershed has an impact on increasing flood discharge in all sub-watersheds. The Upper Middle sub-watershed greatly influences flood because it has a fairly large percentage of discharge changes. The Upper Middle sub-watershed has the largest watershed area, which is 24.7% of the watershed area. Under normal conditions, Q5 increased by 3.3%, Q20 increased by 2.7%, Q50 increased by 2.4%, Q100 increased by 2.1%, and Q1000 increased by 1.5%. Wet conditions for Q5 increased 1.8%, Q20 increased 1.3%, Q50 increased 1.1%, Q100 increased 1.0% and Q1000 increased 0.7%.

Kata Kunci : Model semi-distributed, HEC-HMS, HEC-GeoHMS, Curve Number, debit banjir.

  1. S2-2022-467527-abstract.pdf  
  2. S2-2022-467527-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-467527-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-467527-title.pdf