Laporkan Masalah

IMPACTS OF MERGERS AND ACQUISITIONS ON ACQUIRING COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE

SUKINDAR ARI SANTOSO, Tandelilin Eduardus, Prof., Dr., M.B.A.

2022 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Studi ini mengamati merger dan akuisisi (M&A) di Indonesia. Peneliti mengkaji abnormal return dan abnormal return kumulatif untuk melihat dampak jangka pendek, dan mengkaji dampak yang lebih panjang pada kinerja pasca-M&A dengan data dari 2011 hingga 2016. Abnormal return terkonfirmasi terjadi dalam tujuh dari 61 hari pengamatan di sekitar event, dengan 48 dari 61 hari pengamatan menunjukkan abnormal return kumulatif secara signifikan meningkatkan kekayaan pemegang saham perusahaan pengakuisisi. Peneliti berpendapat bahwa peningkatan ini terkait dengan mayoritas sampel yang melakukan M&A dengan status kesepakatan tunai, yang memberi sinyal kepada pasar bahwa saham perusahaan yang mengakuisisi dinilai terlalu rendah. Peneliti juga meneliti dampak status sumber pendanaan M&A dan keterkaitan industri antara perusahaan pengakuisisi dan perusahaan yang diakuisisi pada kinerja pasca-M&A. Pengukuran menggunakan proxi ROA dan MARGIN yang disesuaikan dengan industri. Peneliti menemukan bahwa status sumber dana M&A berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional, dengan sumber pendanaan dari pembiayaan utang meningkatkan kinerja lebih tinggi dibandingkan M&A yang dibiayai oleh kas internal. Pembiayaan ekuitas memiliki dampak yang lebih tinggi daripada pembiayaan utang. Namun, peneliti berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh latar belakang bahwa tujuh dari delapan perusahaan yang menyelesaikan M&A dengan sumber dana pembiayaan ekuitas tidak memiliki masalah keagenan. Selanjutnya, peneliti menemukan bahwa kinerja operasi pasca-M&A dari M&A di industri serupa meningkat lebih dari kinerja pasca-M&A dari M&A diferensiasi. Peneliti berpendapat bahwa M&A dalam industri yang sama berfokus pada peningkatan skala dan cakupan ekonomi dan penyerapan teknologi untuk keunggulan kompetitif yang diharapkan mendapatkan dampak positif yang lebih tinggi daripada M&A diferensiasi.

This study observes mergers and acquisitions (M&A) in Indonesia, examines abnormal and cumulative abnormal returns to see the immediate impact, and examines post-M&A performance with data from 2011 to 2016. Confirmed abnormal returns are present in seven of the 61-day event window, with 48 cumulative abnormal returns are confirmed significantly increasing shareholders' wealth. The researcher argues that this increase is related to the majority of the sample conducting M&A with cash deal status, which signals to the market that the shares of the acquiring companies are undervalued. The researcher also examines the impact of the status of M&A funding sources and industry-relatedness between acquiring and target companies on the adjusted post-M&A operating performance with industry-adjusted ROA and MARGIN proxies. The researcher found that the status of M&A funds sources significantly affected operational performance, with funding sources from debt financing increasing performance higher than M&A that is funded by cash reserves. Equity financing has a higher impact than debt financing. However, the researcher argues that this is due to the background that six of the eight companies that completed M&A with equity financing sources do not have agency problems. Furthermore, the researcher finds that post-M&A operating performance in similar industries increased higher than the post-M&A performance from differentiation M&A. The researcher argues that M&A in the same industries focuses on increasing economies of scale and scope and technology absorption for competitive advantage that is expected to get higher positive impacts than differentiation M&A.

Kata Kunci : abnormal return, keterkaitan industri, kinerja operasi, kekayaan pemegang saham, merger dan akuisisi, sumber pendanaan M&A.

  1. S2-2022-447825-abstract.pdf  
  2. S2-2022-447825-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-447825-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-447825-title.pdf