Analisis Tingkat Penggunaan dan Persepsi Kepentingan dari Teknologi Informasi serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Auditor: Perbandingan Perwakilan BPK RI di Wilayah Barat dan Timur Indonesia
SUDI YOSRIZA, Syaiful Ali, MIS., Ph.D., Ak., CA
2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan menguji tingkat penggunaan dan persepsi kepentingan dari TI serta pengaruhnya terhadap kinerja auditor eksternal sektor publik di Indonesia yang belum pernah di teliti sebelumnya terutama dalam konteks kesenjangan digital. Survei dilakukan pada 156 auditor di lima kantor perwakilan BPK RI yang mewakili dua wilayah, yakni barat dan timur dengan tingkat pembangunan TIK yang berbeda karena kesenjangan digital. Analisis koefisien jalur dengan PLS SEM digunakan untuk menguji hipotesis. Penelitian ini memberikan bukti bagaimana konteks dari kerangka kerja TOE memengaruhi keputusan terhadap penggunaan dan persepsi pentingnya TI dalam audit. Konteks lingkungan seperti kesenjangan digital hanya memengaruhi penggunaan dan persepsi pentingnya TI saat penggunaaannya bersifat sukarela, tetapi tidak saat penggunaannya bersifat wajib (mandatory) karena konteks organisasi seperti kebijakan pimpinan lebih dominan. Sesuai dengan konteks teknologi dari kerangka kerja TOE, penggunaan TI adalah untuk mendapatkan keuntungan relatif yakni peningkatan kinerja, tetapi hal itu tidak saat penggunaan TI itu bersifat wajib karena motif penggunaannya adalah karena paksaan ataupun keharusan dari kebijakan organisasi. Penelitian ini juga membuktikan bahwa persepsi pentingnya TI dalam audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat penggunaan TI saat penggunaannya bersifat sukarela dan tidak saat bersifat wajib.
This study aims to examine the extent of use and perceived importance of IT and its effect on the external auditor's performance in the public sector in Indonesia, which has never been studied before, especially in the context of the digital divide. The survey was conducted on 156 auditors in five representative offices of BPK RI representing two regions, namely west and east, with different levels of ICT development due to the digital divide. The path coefficient analysis with PLS-SEM was used to test the hypothesis. This study provides evidence of how the context of the TOE framework influences decisions on the use and perceived importance of IT in auditing. Environmental contexts such as the digital divide only affect the use and perceived importance of IT when its use is voluntary, but not when its use is mandatory because organizational contexts such as leadership policies are more dominant. Following the technological context of the TOE framework, the use of IT is to gain a relative advantage, namely increased performance, but that is not when the use of IT is mandatory because the motive for its use is due to coercion or compulsion from organizational policies. This study also proves that the perceived importance of IT in auditing has a positive and significant effect on the extent of IT use when its use is voluntary and not when it is mandatory.
Kata Kunci : Teknologi informasi, audit, sektor publik, BPK RI, tingkat penggunaan, kepentingaan yang dirasakan, kesenjangan digital, kinerja auditor