BIOASSAY KROMIUM DAN PEWARNA BATIK DENGAN METODA AOD (AQUATIC ORGANISM ENVIRONMENTAL DIAGNOSTIC)
AMALIA FATHIMAH AZHZHAHRA MUGHNI, Sri Puji Saraswati
2011 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILPengukuran kualitas air biasanya hanya melihat dari parameter fisika dan kimia saja, tetapi parameter ini dirasakan kurang dapat memberikan kondisi kualitas air yang sesungguhnya. Paran?eter fisik dan kimia ini hanya memberikan data yang mencerminkan kondisi ketika contoh diambil, dimana pengaruh toksiknya terhadap organisme air tidak langsung terukur. Pengukuran parameter biologis salah satunya adalah metoda AOD (Aquatic Organism Environmental Diagnostic) yang menjadi acuan pada penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: mendapatkan pedoman untuk pelaksanaan bioassay pada skala laboratorium di daerah tropis (dengan variabel eksperimen berupa suhu dan asal akuades), dan mengetahui sensitifitas hewan uji Ikan Mas, dan Udang Galah) terhadap kromium, dan pewama batik, serta terhadap limbah lainnya berupa pestisida (Ferdy, 2011), deterjen, dan limbah organik (Nugroho, 2011) Penelitian ini meliputi kajian proses transportasi hewan uji dari tempat pembelian menuju tempat pelaksanaan bioassay, aklimasi hewan uji (pengukuran kualitas air, perhitungan kematian hewan uji di dalam akuarium, serta pengukuran pertumbuhan panjang, dan berat hewan uji), pelaksanaan bioassay dengan air limbah kromium dan pewama batik yang merujuk pada metoda AOD (100 mL limbah dalam petri dish dengan jumlah hewan uji 7 ekor dalam petri dish, dilakukan pengamatan terhadap jumlah hewan uji yang hidup, sekarat, hilang, mati, badan tidak utuh pada jam ke-0; 0,5; 1 ; 2; 3; 6; 12; 24, dan 48). Pelaksanaan bioassay meliputi uji pendahuluan, uji pelengkap, dan bioassay akhir. Uji pendahuluan menggunakan kromium 5mg/L, pewarna batik 1000 TCU. Uji pelengkap hanya memakai akuades. & bioassay akhir menggunakan kromium 0.1 mg/L, dan limbah pewarna batik 15 TCU. Bioassay dilakukan dengan jumlah 3 petri dish replika pada setiap limbah, disertai dengan 3 petri dish kontrol (hanya memakai akuades) Uji pendahuluan dan pelengkap memberikan kesimpulan pelarut akuades asal Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) dengan suhu 25 °C. Hasil bioassay kromium dan pewarna batik Udang Galal? lebih sensitif daripada Ikan Mas, pada pemaparan jam ke-24 kromium mengakibatkan kematian Udang Galah, pada Ikan Mas tidak mengakibatkan kematian; sedangkan pada pemaparan jam ke-24 pewama batik mengakibatkan kematian Udang Galah, pada Ikan Mas tidak mengakibatkan kematian. Dengan membandingkan hasil bioassay terhadap limbah pestisida (Ferdy, 2011) deterjen, dan limbah organik (Nugrobo, 2011), kromium dan pewarna batik dengan hewan uji yang sama berdasarkan kadar maksimum yang dijinkan, memberikan hasil bahwa Udang Galah lebih sensitif lerhadap pestisida, sedangkan Ikan Mas lebih sensitif terhadap deterjen, pestisida mengakibatkan kematian pada Udang Galah pada pemaparan jam ke-12, sedangkan deterjen mengakibatkan kematian pada Ikan Mas pada pemaparan jam ke-24
The water quality measurement usually measured with physical and chemical parameters. But this can’t get us the real condition of the water. The physical and chemical parameters only give us the present condition when the sample was taken which is the effect of toxicity can not be measured at the same time. One of biological measurement is AOD (Aquatic Organism Environmental Diagnostic) where as the writer use as the reference for bioassay on this research. This research has an objectives: to get a manual for bioassay implementation toward to laboratorium scale at tropical area (with distilled water and temperature as an experiment variable ) and test animal sensitivity (Cyprinus carpio Linn., and Macrobrachium rosenbergii de Man to chromium and batik dyes, and comparable with other wastewater such as pesticide (Ferdy, 2011), detergent, and organic wastewater (Nugroho, 2011). This research include the study of the transportation process of test animal from the fishery to the place of bioassay executed, test animal acclimation (measuring water quality, calculate the accumulation of mortality in aquarium, and measuring the growth of test animal), the execution of bioassay refer to AOD method (100 mL of wastewater in petribdish, with 7 test animal in petri dish, monitoring the test animals which is alive, dying/sublethal, missing, death / lethal, incomplete body at 0; 0,5; 1"; 2"; 3"; 6 ; 12 ; 24 , and 48 hour ). The bioassay execution include of preliminary test, complement test, and final bioassay. The preliminary test used 5mg/L concentration of chromium, 1000 TCU of batik dyed. The complement test only used distilled water. The .final bioassay is used 0.1 mg/L of chromium, 15 TCU batik dyes. Bioassay executed with 3 replica petri dish of each wastewater, and 3 petri dish for control just used the distilled water). Preliminary and complement test indicate kind result of distilled water LPPT and 25°C temperature. The final bioassay indicate that Macrobrachium rosenbergii de Man is more sensitive than Cyprinus carpio Lim, at exposure time 24" hours chromium effecting lethal to Macrobrachium rosenbergii de Man, and theres not effecting lethality number to Cyprinus carpio Linn; at exposure time 24'h hours batik dyes effecting lethal to Macrobrachiutn rosenbergii de Man, and theres not effecting lethality number to Cyprinus carpio Linn. With the comparabale bioassay on pesticide (Ferdy, 2011) detergent, and organic wastewater (Nugroho, 2011), chromium, and hatik dyes with maximum allowant toxicant concentration and the same animal test give result that Macrobrachium rosenbergii de Man are more sensitive to pesticide than other wastewater, and Cyprinus carpio Linn. indicate that more sensitive to detergent than other wastewater, where as pesticide effecting lethal to Macrobrachium rosenbergii de Man at 12° hours exposure time, Detergent effecting lethal to Cyprinus carpio Linn at 24 hours exposure time
Kata Kunci : AOD, Bioassay, Kromium, Pewarna Batik, Ikan Mas, Udang Galah, AOD Method, bioassay, Chromium, Batik dyes, Cyprinus carpio Linn., Macrobrachium rosenbergii de Man