Laporkan Masalah

Evaluasi kualitas lingkungan permukiman pada kegiatan pembangunan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) di Kota Kendari

ILHAM, Dr. H.A. Sudibyakto, MS

2003 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Pembangunan Perumahan Bertumpu Pada Kelompok (P2BPK) merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah perumahan dan permukiman, yang mendasarkan pengadaan rumah bukan lagi pada aspek penyediaan, tetapi keparadigma baru melalui pembangunan yang bertumpu pada masyarakat. Bertolak dari kegiatan P2BPK yang telah dilaksanakan di Kota Kendari, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas lingkungan permukiman sebelum dan setelah kegiatan P2BPK, mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman dalam kegiatan P2BPK di Kota Kendari, dan untuk mengetahui tingkat efektivitas kelompok dalam menciptakan kualitas lingkungan permukiman dalam kegiatan P2BPK tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada 3 (tiga) kelompok swadaya masyarakat yang terlibat dalam kegiatan P2BPK, yaitu KSM Teporombua, BKM Mitra Wanggu, dan Yayasan Salo Asri, yang ditentukan secara purposive sampling. Pada ketiga kelompok tersebut, akan diteliti dan diperbandingkan kualitas lingkungan permukimannya baik sebelum maupun setelah kegiatan P2BPK, dengan menggunakan analisis statistik t-Test. Disamping itu, juga diteliti tingkat efektivitas kelompok dalam turut mendukung kegiatan tersebut. Subyek sampel dalam penelitian ini adalah keluarga dalam kawasan yang menjadi naungan ketiga kelompok tersebut. Dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu bahwa kualitas lingkungan permukiman sebelum dan setelah kegiatan P2BPK pada ketiga kelompok tersebut mempunyai perbedaan yang cukup signifikan, yang disebabkan oleh perbaikan kualitas rumah, ketersediaan prasarana lingkungan, perbaikan kualitas sosial ekonomi penduduk, dan aspek lain yang mendukung. Faktor yang paling mempengaruhi seluruh perbaikan tersebut adalah keberadaan kelompok swadaya masyarakat. Tingkat efektivitas ketiga kelompok tersebut dalam kegiatan P2BPK ini cukup beragam, pada tingkat efektivitas baik dan cukup baik, dengan penilaian didasarkan pada sejarah kelompok (community history), organisasi kelompok (community organization), sumberdaya kelompok (community resources), dan kepemimpinan kelompok (community leadership).

Development of residential area based on community groups (P2BPK) was one of the available approaches for solving residential problems. This approach was based not anymore on the supply, but was already based on the new paradigm of community based development. Based on the P2BPK conducted in Kendari City, this research was intended to study the difference of the quality of residential environment before and after P2BPK. The other objective were to study the factor most influencing the environment, and to know the community effectiveness level in creating a better environment quality in P2BPK. This research was carried out in three groups of community involving in P2BPK, i.e. KSM Teporombua, BKM Mitra Wanggu, and Yayasan Salo Asri. The groups were determined by purposive sampling method, considering that these groups have different characteristics in their activities of building new houses, refurbishing their houses, and improving their residential environment. The quality of the environment of the three groups were then compared before and after P2BPK, using a t-Test. Effectiveness of the groups was also considered in supporting P2BPK. Subject of sample of this research was the household living in those areas, representing the existing population. The result of the research indicated that the quality of residential environment was different significantly before and after P2BPK in the three groups of community subjects. This is caused by the difference in the improvement of housing quality, the availability of facilities, the improvement of social economy of the population, and other factor. The most inflencing factor for the improvements is the existence of selfhelp community group (kelompok swadaya masyarakat). The effectiveness of the community groups in this P2BPK was varied, with a fair effectiveness level. The assessment was based on history, organization, resources, and leadership of those communities.

Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Kualitas,Permukiman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.