ANALISIS EKONOMI LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN WILLINGNESS TO PAY DAN SIKAP PETERNAK KAMBING PERAH BERDASARKAN SKALA USAHA DI KOTA METRO LAMPUNG
CYNTHIA DAMAYANTI P, Dr. Ir. Tri Anggraeni Kusumastuti, S.P., M.P., IPM.; Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng.
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU PETERNAKANPeternakan kambing perah di tengah pemukiman menimbulkan eksternalitas yang berdampak pada masyarakat sekitar. Perbedaan skala usaha dalam pemeliharaan ternak memberikan dampak lingkungan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya lingkungan peternakan kambing perah, menganalisis pendapatan dengan memasukkan biaya lingkungan, dan menganalisis sikap peternak kambing perah dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kota Metro, Provinsi Lampung. Pemilihan responden menggunakan metode sensus sebanyak 52 peternak kambing perah pada berbagai skala usaha. Penetapan skala rendah, sedang, dan tinggi menggunakan kurva distribusi normal. Perhitungan biaya lingkungan dengan menggunakan Contingent Valuation Method melalui pengukuran WTP peternak dalam upaya perbaikan lingkungan. Pendapatan peternak berdasar skala usaha dianalisis dengan memasukkan biaya lingkungan. Sikap peternak menggunakan skala Likert dengan diuji validitas dan reliabitas pada item pernyataan dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai WTP meningkat seiring dengan peningkatan skala usaha. Semakin baik produktivitas ternak maka semakin tinggi pendapatan yang diperoleh, sehingga WTP yang dikeluarkan oleh peternak semakin tinggi. Manajemen pemeliharaan yang baik dilihat dari parameter produksi ternak yaitu kidding interval 8,39 sampai dengan 8,41 bulan, S/C 1,14 sampai dengan 1,25; adanya recording ternak, dan tingginya pemberian vaksinasi. Analisis sikap peternak dari aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi masuk kategori tinggi. Secara keseluruhan, apresiasi peternak terhadap sosial dan lingkungan di sekitar peternakan sudah baik ditunjukkan dari peningkatan nilai WTP sesuai dengan skala usaha.
Dairy goat farming in the middle of a settlement creates externalities that impact the surrounding community. Different business scales in raising livestock have other environmental impacts. This study aims to analyze the environmental costs of dairy goat farming, income by including ecological costs, and the attitudes of dairy goat farmers from social, economic, and environmental aspects in Metro City, Lampung Province. Respondents were selected using the census method of 52 dairy goat breeders at various business scales. Determination of low, medium, and large scale using the normal distribution curve. Calculation of environmental costs using the Contingent Valuation Method by measuring the WTP of farmers to improve the environment. Farmers' income based on the business scale is analyzed by including environmental costs. Farmers' attitudes use a Likert scale with validity and reliability tests on statement items from an economic, social, and environmental perspective. The study results show that the WTP value increases with increasing business scale. The better the livestock productivity, the higher the income earned so that the WTP issued by the farmer is higher. Good maintenance management can be seen from livestock production parameters, namely kidding interval 8.39 until 8.41 months, S/C 1.14 until 1.25, livestock recording, and the high vaccination rate. The high category analyzes farmer attitudes from social, environmental, and economic aspects. Overall, the farmer's appreciation of the social and environmental aspects around the farm has been well demonstrated by the increase in the WTP value according to the business scale.
Kata Kunci : Biaya Lingkungan, Kambing Perah, Pendapatan, Sikap, Willingness to Pay