Uji Model Teoretis Peran Komitmen Perkawinan dan Komunikasi Interpersonal sebagai Mediator Hubungan antara Religiositas dan Penyesuaian Perkawinan pada Individu yang Ta'aruf
SITI MUTIARA S, Dr. Budi Andayani, M.A., Psikolog
2022 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESITa'aruf merupakan cara mengenal pasangan sebelum menikah berdasarkan ajaran agama Islam. Pasangan tidak dibolehkan untuk melanggar hukum Islam seperti bersentuhan atau bertemu tanpa pihak ketiga sebelum menikah. Berdasarkan studi, individu yang ta'aruf memiliki penyesuaian pernikahan yang lebih baik dibandingkan yang berpacaran. Tujuan penelitian ini adalah menguji peran mediator komitmen perkawinan dan komunikasi interpersonal dalam menjelaskan hubungan penyesuaian perkawinan dan religiositas individu yang ta'aruf. Karakteristik inklusi penelitian ini adalah suami atau istri beragama Islam, telah menikah minimal satu tahun, dan menjalani proses ta'aruf sebelum menikah. Data diolah menggunakan analisis model persamaan struktural (SEM). Hubungan religiositas dan penyesuaian perkawinan dapat dimediatori oleh komunikasi atau komitmen jenis personal dedication dan komunikasi secara serial. Religiositas tidak memiliki peran langsung terhadap penyesuaian perkawinan sehingga efek tidak langsung termasuk ke dalam kategori mediasi total. Artinya, religiositas individu ta'aruf tidak bisa langsung menyebabkan penyesuaian perkawinan yang lebih baik, tetapi harus disertai dedikasi pribadi dan komunikasi yang efektif.
Ta'aruf is a type of Islamic premarital relationship between a woman and a man. The man and woman cannot breach Islamic regulations before marriage, such as touching or meeting without a third-party present. Previous research indicates that people who practised ta'aruf before marriage have better marital adjustment than those who were dating. This study aimed to examine commitment and communication's role in mediating religiosity and marital adjustment among married ta'aruf people. The inclusion criteria were Muslims, married for at least a year, and practising ta'aruf before marriage. The data was analysed using Structural Equation Model (SEM). The findings indicated that the relationship between religiosity and marital adjustment was mediated by communication or serial mediation through personal commitment and communication. Marital adjustment was not directly affected by religiosity. Consequently, the indirect impact was a complete mediation. Religiosity did not immediately affect improvement in marital adjustment; however, ta'aruf people were also required to have a personal commitment and effective communication.
Kata Kunci : komitmen pernikahan, komunikasi interpersonal, penyesuaian perkawinan, religiositas, ta'aruf, marital commitment, interpersonal communication, marital adjustment, religiosity, ta'aruf