Laporkan Masalah

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP JUMLAH CEMARAN MIKROBA, pH KULIT, DAN KADAR MINYAK KULIT KAMBING SAMAK NABATI

MUHAMMAD IWAN ALWAN, Prof. Ir, Ambar Pertiwiningrum, M.Si., PH.D., IPM., ASEAN Eng.; Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., PH.D

2022 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Kulit adalah salah satu hasil ikutan dari peternakan kambing yang memiliki manfaat tinggi. Kulit dapat dimanfaatkan sebagai berbagai bahan yang bermanfaat dan memiliki nilai jual yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyimpanan terhadap jumlah cemaran mikroba, pH kulit, dan kadar minyak kulit kambing penyamak nabati oleh mikroba. Lama penyimpanan dibagi menjadi 3 perlakuan yaitu perlakuan P0 (penyimpanan 0 bulan), perlakuan P1 (penyimpanan 6 bulan), dan perlakuan P2 (penyimpanan 12 bulan). Parameter pengamatan untuk pemeriksaan meliputi cemaran mikroba, pH, dan kadar minyak. Analisis data dilakukan dengan Analisis Variansi Rancangan Acak Lengkap (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan, sedangkan analisis regresi digunakan untuk mendapatkan taraf optimum. Dari data penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan mrningkatkan jumlah cemaran mikroba yaitu dari 1,17x103 pada kontrol 0 hari menjadi 3,63x103 pada bulan ke 6 dan menjadi 4,47x103 pada bulan ke 12. Nilai pH kulit naik dari 2,4 menjadi 4,3 pada bulan ke 6 dan menjadi 5,1 pada bulan ke 12. Kadar minyak dalam kulit naik dari 7,7% menjadi 9,5% pada bulan ke 6 dan menjadi 12,9% pada bulan ke 12. Dapat disimpulan bahwa kulit dengan lama penyimpanan 12 bulan masih masuk standar SNI.

Leather is one of the by-products of goat farming which has high benefits. Leather can be used as a variety of useful materials and has a high selling value. The purpose of this study was to determine the effect of storage on the amount of microbial contamination, skin pH, and oil content of vegetable tanned goat skin by microbes. Storage time was divided into 3 treatments, namely treatment P0 (0 months storage), P1 treatment (6 months storage), and P2 treatment (12 months storage). Observation parameters for examination include microbial contamination, pH, and OIL content. Data analysis was performed using Completely Randomized Design of Variance (ANOVA) and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) to determine differences in each treatment, while regression analysis was used to obtain optimum levels. The research shows that storage time increased the number of microbial contamination from 1.17x103 at the control group to 3.63x103 at 6th month and 4.47x103 at 12th month. Leather pH value increased from 2.4 to 4.3 at 6th month and became 5.1 in the 12th month. The oil content in the leather rose from 7.7% to 9.5% in the 6th month and to 12.9% in the 12th month. It can be concluded that the leather that were stored for 12 months comply with SNI standards.

Kata Kunci : Kulit kambing, Samak Nabati, Mikroba, Kualitas Kimia

  1. S1-2022-430687-abstract.pdf  
  2. S1-2022-430687-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-430687-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-430687-title.pdf