Analisis Penggunaan Teknik Sampling dalam Pemeriksaan Pajak
RIKI ANDI SAPUTRO, Vogy Gautama Buanaputra, S.E., M.Sc., Ph.D., AFHEA
2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIDengan mempertimbangkan faktor sumber daya pemeriksaan yang terbatas, sampling dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pemeriksaan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan sampling dalam pemeriksaan pajak dengan menggunakan rasionalitas Weber. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan data penelitian dikumpulkan melalui analisis dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana rasionalitas formal dan rasionalitas substantif serta tensi yang tercipta di antara keduanya menaungi praktik sampling yang dilakukan oleh pemeriksa pajak. Regulasi sampling yang tidak detail menyebabkan rasionalitas formal pemeriksa pajak tidak hanya didasarkan pada aspek ketaatan pada aturan, tetapi juga pada aspek efisiensi. Meskipun demikian, kalkulasi formal pemeriksa pada akhirnya juga akan berhadapan dengan nilai-nilai tertentu berupa keyakinan personal pemeriksa dan kolektivitas tim yang merepresentasikan bentuk rasionalitas substantif. Hasil penelitian ini dapat menjelaskan mengapa pemeriksa pajak cenderung menggunakan pendekatan tertentu ketika menerapkan sampling. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan pengaturan yang lebih rinci di dalam regulasi untuk mendorong praktik sampling yang lebih konsisten. Dalam hal desain kebijakan sampling tetap difokuskan pada penggunaan metode statistik dan ditujukan hanya untuk memperoleh keyakinan atas pos yang diuji, sampling atribut dapat dipertimbangkan untuk diadopsi.
Due to the limited audit resources, sampling can be used to increase the efficiency of tax audits. This study aims to analyze sampling in tax audits by using Weber's notion of rationality. This study uses a qualitative case study approach, while the qualitative data were collected through document analysis and interviews. This study shows how formal and substantive rationality and the tension between them shade the sampling practices of tax auditors. The lack of detailed guidance implies that auditors' formal rationality is not only based on regulatory compliance but also on efficiency. However, their formal calculations are faced with specific values representing substantive rationality, namely personal beliefs and collectivism. This finding can explain why tax auditors tend to use particular approaches in their sampling practices. Therefore, this study suggests that the regulation should be more detailed to encourage the consistency of sampling practices. In addition, attribute sampling may be adopted if the sampling policy focuses on statistical methods and is intended only to gain assurance on the tested data.
Kata Kunci : Sampling, Rasionalitas, Pemeriksaan Pajak