Laporkan Masalah

Analisis Kerentanan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sidareja Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap Terhadap Ancaman Bencana Banjir

SEPTIAN GALUH H, Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, S.Si., M.Si.

2022 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini dilakukan di Desa Sidareja, Kecamatan Sidareja yang merupakan salah satu wilayah dengan frekuensi kejadian bencana banjir tinggi di Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah (1) mengidentifikasi tingkat kerentanan sosial ekonomi masyarakat terhadap ancaman bencana banjir, (2) meninjau upaya pengurangan kerentanan yang telah dilakukan oleh stakeholders kebencanaan, (3) menelusuri tingkat keikutsertaan masyarakat dalam upaya pengurangan kerentanan yang telah dilakukan oleh stakeholders kebencanaan, dan (4) memahami faktor penghambat dan faktor pendukung dalam implementasi upaya pengurangan kerentanan masyarakat yang telah dilakukan oleh stakeholders kebencanaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis skoring dan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi. Metode analisis skoring digunakan untuk mencapai tujuan pertama dan ketiga, sedangkan metode analisis kualitatif digunakan untuk mencapai tujuan kedua dan keempat. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan dari Dixon & Leach (1977). Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 85 responden yang diambil dari 1443 populasi. Pengambilan data untuk tujuan pertama dan ketiga dilakukan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Penentuan nilai bobot untuk setiap indikator dan variabel yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari hasil pengisian kuesioner pairwise comparison oleh UPT BPBD Sidareja, Pemerintah Desa Sidareja, FPRB Desa Sidareja, dan akademisi yang kemudian diolah menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP). Pengambilan data untuk tujuan kedua dan keempat dilakukan melalu indepth interview menggunakan pedoman wawancara dengan sejumlah stakeholders terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 85 responden, distribusi tingkat kerentanan sosial ekonominya adalah sebesar 42% responden termasuk tinggi (0,643-0,963), 50% responden termasuk sedang (0,322-0,642), dan 8% responden termasuk rendah (0,000-0,321). Upaya penanggulangan bencana dan pengurangan kerentanan terhadap bencana banjir telah dilakukan stakeholders kebencanaan pada seluruh tahapan manajemen bencana. Adapun tingkat keikutsertaan responden dalam berbagai upaya penanggulangan dan pengurangan kerentanan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa 8% responden memiliki tingkat keikutsertaan tinggi, 59% dengan tingkat keikutsertaan sedang, dan 33% dengan tingkat keikutsertaan rendah. Faktor yang masih menjadi hambatan dalam mengatasi permasalahan banjir dan kondisi kerentanan masyarakat antara lain berkaitan dengan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang masih rendah serta belum diperhatikannya aspek kebencanaan dalam rencana pembangunan secara holistik. Sementara itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi yang telah terjalin dengan baik menjadi kekuatan utama dalam upaya-upaya penanggulangan bencana banjir dan pengurangan kerentanan yang telah dilakukan

This research was conducted in Sidareja Village, Sidareja District, one of the areas with a high frequency of flood events in the Cilacap Regency. The objectives of this study include (1) identifying the level of socio-economic vulnerability of the community to the threat of flooding, (2) reviewing the vulnerability reduction efforts that have been carried out by disaster stakeholders, (3) tracing the level of community participation in vulnerability reduction efforts that have been carried out by disaster stakeholders. disaster stakeholders, and (4) understand the inhibiting and supporting factors in implementing community vulnerability reduction efforts that have been carried out by disaster stakeholders. This research uses scoring analysis method and qualitative analysis through in-depth interviews and observation. The scoring analysis method is used to achieve the first and third objectives, while the qualitative analysis method is used to achieve the second and fourth objectives. The sampling method used in this study uses the approach of Dixon & Leach (1977). The number of samples used in this study were 85 respondents drawn from 1443 populations. Data collection for the first and third purposes was carried out using an instrument in the form of a questionnaire. The determination of the weight values for each indicator and variable used in this study was obtained from the results of filling out a pairwise comparison questionnaire by UPT BPBD Sidareja, Sidareja Village Government, Sidareja Village FPRB, and academics which were then processed using the analytical hierarchy process (AHP) method. Data collection for the second and fourth purposes was carried out through in-depth interviews using interview guidelines with several relevant stakeholders. The results of this study indicate that from 85 respondents, the distribution of the level of socio-economic vulnerability is 42% of respondents classified as high (0,643-0,963), 50% of respondents classified as moderate (0,322-0,642), and 8% of respondents classified as low (0,000-0,321). Disaster management efforts and reducing vulnerability to flood disasters have been carried out by disaster stakeholders at all stages of disaster management. The level of participation of respondents in various efforts to mitigate and reduce vulnerability that has been carried out shows that 8% of respondents have a high level of participation, 59% of respondents have a moderate level of participation, and 33% of respondents have a low level of participation. Factors that are still obstacles in overcoming the problem of flooding and the condition of community vulnerability include low public awareness of the environment and the lack of attention to disaster aspects in holistic development plans. Meanwhile, coordination and communication between agencies that have been well established has become the main force in the flood disaster management and vulnerability reduction efforts that have been carried out

Kata Kunci : banjir, kerentanan sosial ekonomi, stakeholders kebencanaan, upaya pengurangan kerentanan,floods, socio-economic vulnerability, stakeholder disasters, vulnerability reduction efforts

  1. S1-2022-426912-abstract.pdf  
  2. S1-2022-426912-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-426912-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-426912-title.pdf