Estimasi Nilai Korelasi Genetik Bobot Badan Fase Starter dan Umur 10 Minggu Pada F1 Hasil Persilangan Ayam Merawang Jantan dan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Betina
KATON ENGGAR P, Prof. Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.; Dr. Ir. Heru Sasongko, M.P.
2022 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi genetik antara bobot badan pada fase starter dan umur 10 minggu pada F1 hasil persilangan ayam Merawang jantan dan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) betina. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Mei 2022 di Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta. Sebanyak 200 ekor ayam dilakukan perkawinan dan dibagi menjadi 4 kelompok diantaranya A0-1 (Merawang Sembawa x KUB Jatinom), A0-2 (Merawang Bangka x KUB Jatinom), A0-3 (Merawang Sembawa x KUB Bogor), dan A0-4 (Merawang Bangka x KUB Bogor). Ayam yang telah diidentifikasi dipelihara secara intensif. Variabel yang diukur yaitu bobot badan DOC, 2, 4, dan 10 minggu. Data yang diperoleh digunakan untuk estimasi nilai korelasi genetik menggunakan analisis kovariansi dengan data saudara tiri sebapak. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan pola perkawinan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot badan pada setiap fase umur. Nilai korelasi genetik sedang positif diperoleh pada bobot badan umur DOC-10 minggu di semua kategori persilangan dan umur 2-10 minggu pada pola persilangan A0-1 dan A0-2. Nilai korelasi genetik tinggi positif diperoleh pada bobot badan umur 2-10 minggu pada pola persilangan A0-3 dan A0-4 dan umur 4-10 minggu di semua kategori persilangan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu estimasi nilai korelasi genetik bobot badan fase starter dan umur 10 minggu bernilai sedang hingga tinggi dan bersifat positif. Seleksi bobot badan dapat dilakukan pada umur 2 minggu (ayam A0-3 dan A0-4) dan 4 minggu (ayam A0-1 dan A0-2) untuk memperikirakan hasil yang baik pada ayam umur 10 minggu.
The objective of this research was to evaluate the genetic correlation between body weight in the starter phase and age of 10 weeks in the F1 offspring of male Merawang and female Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) chickens. From January to May 2022, the research was conducted at Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta. Two hundred chickens were mated and divided into four groups: A0-1 (Merawang Sembawa x KUB Jatinom), A0-2 (Merawang Bangka x KUB Jatinom), A0-3 (Merawang Sembawa x KUB Bogor), and A0-4 (Merawang Bangka x KUB Bogor). All the chickens were intensively kept with similar condition . The variables measured were body weight of DOC, 2, 4, and 10 weeks. The data obtained were used to estimate the value of genetic correlation using covariance analysis by data on paternal half-siblings. According to statistical analysis, changes in marital patterns had a significant effect (P<0.05) on body weights at each age phase. At body weights aged DOC-10 weeks in all cross groups, and 2-10 weeks in A0-1 and A2 crossing patterns, medium positive genetic association values have been observed. At 2-10 weeks of age in A0-3 and A0-4 crossings, as well as at 4-10 weeks of age in all cross categories, positive high genetic correlation values were obtained for body weight. According to the findings, the estimated genetic correlation value between body weight during the starter phase and age at 10 weeks is medium to high and positive. Body weight selection can be suggested at two (A0-3 and A0-4) and four (A0-1 and A0-2) weeks to predict good results at ten weeks.
Kata Kunci : Ayam Merawang, Ayam KUB, Korelasi Genetik, Bobot Badan