Laporkan Masalah

Gereja Katolik di Bandungan dengan Pendekatan Ruang Sakral

SEVERUS ANDREW FEBRIAN ARISTOTELES, Maria Ariadne Dewi Wulansari, S.T., M.T.

2021 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Ruang sakral dalam kehidupan manusia sejak dulu mempunyai peran yang penting bagi kehidupan manusia. Manusia sejak awal mempunyai kesadaran akan keberadaan Tuhan. Secara sadar, ada kecenderungan manusia untuk mulai memisahkan ruang-ruang sakral dengan ruangruang profan, mulai dari menyusun tumpukan-tumpukan batu sederhana di atas bukit hingga membangun kuil-kuil megah tempat diagungkannya para Dewa. Salah satu tempat sakral tersebut di masyarakat modern adalah gereja katolik. Gereja katolik dapat bermakna suatu perkumpulan atau lembaga dari penganut iman Kristiani. Atau jika mengambil dari istilah Yunani, yang muncul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen biasanya diterjemahkan sebagai "jemaat/umat" Permasalahan pada arsitektur gereja muncul semenjak Paus Yohanes XXIII mengadakan Konsili Vatikan II. Konsili ini membawa pengaruh yang besar bagi perkembangan arsitektur gereja. Hal ini dinyatakan oleh Paus Benedictus XVI terhadap Konsili Vatikan II, bahwa ada peristiwa desakralisasi arsitektur gereja katolik yang terjadi di berbagai tempat di dunia. Desakralisasi sendiri dimaknai sebagai penurunan kualitas sakral dalam arsitektur gereja sehingga gereja tidak dapat mentransformasi/mengajak umat ke dalam suasana yang lebih khusyuk/bermakna. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai konsep dan perwujudan kesakralan dalam sebuah gereja katolik sehingga terjadi ketidaksesuaian penataan ruang-ruang dengan kaidah liturgi yang seharusnya. Pendekatan ruang sakral memastikan bahwa setiap umat yang masuk dapat merasakan kesakralan gereja katolik. Dengan demikian maka pendekatan ruang sakral sangat relevan dengan kondisi gereja katolik saat ini. Di dalam pendekatan ini juga terdapat lima elemen yaitu : sekuens, proporsi dan volume ruang, cahaya dan material, kontekstualitas, dan simbolisme. Konsep peziarahan iman akan mengajak umat untuk melakukan ziarah dalam gereja katolik ini. Memfasillitasi umat untuk berserah dan berdoa dengan suasana yang sakral kepada sang Penciptanya. Sehingga pada akhirnya umat dapat merasa tertransformasi imannya setelah keluar dari gereja ini.

Sacred space in human life has always played an important role in human life. Humans from the very beginning had an awareness of God's existence. Consciously, there is a human tendency to begin to separate sacred spaces from profan spaces, from arranging simple piles of stones on hills to building magnificent temples where the gods are exalted. One of these sacred places is the Catholic Church. The Catholic Church can mean an association or institution of the Christian faith. Or if you take from a Greek term, which appears in the New Testament in the Christian Bible, it is usually translated as "church / people" Problems with church architecture have arisen since Pope John XXIII held the Second Vatican Council. This council had a great influence on the development of church architecture. This was stated by Pope Benedict XVI to the Second Vatican Council, that there are events of desacralization of the Catholic Church architecture that occur in various places in the world. Desacralization itself is interpreted as a decrease in the sacred quality of the church architecture so that the church cannot transform / invite people into a more solemn / meaningful atmosphere. This occurs due to a lack of understanding of the concept and manifestation of sacredness in a Catholic Church, resulting in a mismatch in the arrangement of spaces with the rules of the liturgy that should be. The sacred space approach ensures that everyone who enters can feel the sacredness of the Catholic Church. Thus, the sacred space approach is very relevant to the current condition of the Catholic Church. In this approach there are also five elements, namely, sequence, proportion and volume of space, light and material, contextuality, and symbolism. The concept of pilgrimage of faith will invite people to make a pilgrimage in this Catholic church. Facilitating people to surrender and pray in a sacred atmosphere to the Creator. So that in the end people can feel transformed in their faith after leaving this church.

Kata Kunci : Gereja katolik, Ruang Sakral, Desakralisasi / Catholic Church, Sacred Space, Desacralization

  1. S1-2021-413462-Abstract.pdf  
  2. S1-2021-413462-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-413462-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-413462-Title.pdf