Tackling Women Recruiting Challenges in the Boston Consulting Group EMESA
HANNA WIDA KIANA, Hannah Davies
2022 | Skripsi | S1 AKUNTANSISaat ini, keragaman telah menjadi fokus utama bagi banyak perusahaan multinasional. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan telah mendorong inisiatif dan bergerak maju dengan lebih banyak pemimpin perempuan untuk meningkatkan proposisi nilai mereka. Makalah ini membahas tantangan merekrut konsultan wanita dalam kasus Boston Consulting Group (BCG) di wilayah EMESA. Wawancara dengan perekrut lokal akan dilakukan di bagian lain untuk mengevaluasi dan memvalidasi kerangka kerja yang dibahas penulis secara menyeluruh. Menurut temuan wawancara, sifat perusahaan konsultan manajemen membuat perekrut sulit menemukan lebih banyak konsultan perempuan. Menurut penelitian, perusahaan konsultan manajemen dianggap sebagai tempat kerja yang lebih maskulin, yang menghalangi perempuan untuk melamar. Selain itu, fenomena glass ceiling menyulitkan wanita untuk maju di tempat kerja. Strategi ini memerlukan pelaksanaan audit manajemen konten dan menentukan bagaimana hal itu dapat ditingkatkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif. Berdasarkan masalah-masalah yang ada, ada dua jenis rekomendasi: meningkatkan inisiatif perempuan yang ada saat ini di BCG EMESA dan membantu kantor-kantor lokal dengan proses rekrutmen dan ide-ide tentang inisiatif baru.
Nowadays, diversity has been a key focus for many multinational companies. Therefore, companies have been driving initiatives and moving forward with more women leaders to increase their value proposition. This paper discusses the challenges of recruiting women consultants in the case of the Boston Consulting Group (BCG) in the EMESA region. Interviews with local recruiters will be conducted in other sections to thoroughly evaluate and validate the framework the author discussed. According to the interview findings, the nature of management consulting firms makes it challenging for recruiters to find more women consultants. According to research, management consulting firms are perceived as more masculine workplaces, which deters women from applying. Additionally, the glass ceiling phenomenon makes it difficult for women to advance in the workplace. The strategy calls for conducting a content management audit and determining how it can be improved in order to effectively accomplish the intended objectives. Based on the problems, there are two types of recommendations: enhancing current women’s initiatives in BCG EMESA and assisting local offices with recruitment processes and ideas on new initiatives.
Kata Kunci : gender diversity, recruiting, management consulting