Performa dan Estimasi Nilai Ripitabilitas Bobot Badan Fase Starter pada F1 Persilangan Ayam Merawang Jantan dan Kampung Unggul Balitbangtan (KUB)Betina
ATI MAR ATUSSHOLIHAH, Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. ; Dr. Ir. Heru Sasongko, M.P.
2022 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa dan estimasi nilai ripitabilitas bobot badan fase starter dari F1 persilangan antara ayam Merawang jantan dengan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) betina. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2022 di Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian diawali dengan melakukan perkawinan antara ayam Merawang dengan KUB berdasarkan 4 pola perkawinan yang berbeda yaitu pola perkawinan A (Merawang Sembawa X KUB Jatinom), B (Merawang Sembawa X KUB Bogor), C (Merawang Bangka X KUB Jatinom), dan D (Merawang Bangka X KUB Bogor). Bobot badan dari masing-masing pola perkawinan diukur pada umur DOC, 2, dan 4 minggu. Data bobot badan dianalisis menggunakan analisis variansi pola searah untuk mengetahui pengaruh perbedaan pola perkawinan terhadap bobot badan di setiap umur. Data bobot badan kemudian diestimasi nilai ripitabilitasnya menggunakan metode analisis sidik ragam korelasi dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa bobot badan tertinggi dicapai oleh keturunan pola A pada umur DOC, sedangkan pada umur 2, dan 4 minggu dicapai oleh pola C (P<0,05). Nilai ripitabilitas bobot badan pola C (0,52) dan D (0,63) lebih tinggi daripada pola A (0,08) dan B (0,09). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perbedaan pola perkawinan memberikan pengaruh yang nyata pada bobot badan di setiap umur. Nilai ripitabilitas bobot badan pada fase starter sangat bervariasi yaitu berada dalam kategori rendah hingga tinggi. (Kata kunci: ayam Merawang, ayam KUB, ripitabilitas, bobot badan)
This purpose of study was to determine the accuracy and repeatability of body weight assessment in the starter phase of chicken F1 from a cross between male Merawang and female Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) from February to May 2022. This study was carried out at Semanu, Gunung Kidul, Special Region of Yogyakarta. To begin this investigation, Merawang and KUB chickens were mated using four different mating patterns. The patterns were Merawang Sembawa X KUB Jatinom (A), Merawang Sembawa X KUB Bogor (B), Merawang Bangka X KUB Jatinom (C), and Merawang Sembawa X KUB Jatinom (D) (Merawang Bangka X KUB Bogor). At DOC, 2, and 4 weeks of age, the body weight of each mating pattern was recorded. The impact of different marriage patterns on body weight at each age was examined using a one-way analysis of variance on body weight data. The repeatability value was calculated using the correlation variance in class analysis method. The findings revealed that pattern A at DOC had the highest body weight, whereas patterns C at 2 and 4 weeks had the highest body weight (P<0.05). Patterns C (0.52) and D (0.63) have a better repeatability value than Patterns A (0.08) and B (0.09). The results of the study indicate that body weight has a significant impact on marital patterns at every age. The body weight's repeatability value varies greatly from low to high in the starter phase. (Keywords: Merawang chicken, KUB chicken, repeatability, body weight)
Kata Kunci : Ayam Merawang, ayam KUB, ripitabilitas, bobot badan