Laporkan Masalah

Analisis dan Evaluasi Ketahanan Gempa pada Gedung Unit Bedah (OK) Rumah Sakit Mata Dr. Yap Dengan Komparasi SNI 03-1726-2002 dan SNI 1726:2019

AYU RAHMA ARIESTYA, Dian Sestining Ayu, S.T., M.T.

2022 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL

Perencanaan struktur bangunan tahan gempa di Indonesia harus mengikuti standar tata cara ketahanan gempa untuk bangunan gedung dan non gedung. Gedung yang perencanaanya masih menggunakan standar lama perlu melalukan analisis ulang untuk memperbaiki kesalahan pada standar sebelumnya. Studi kasus Proyek Akhir ini adalah Gedung Unit Bedah (OK) Rumah Sakit Mata Dr. Yap. Gedung ini direncanakan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan standar ketahanan gempa yang digunakan adalah SNI 03-1726-2002. Proyek Akhir ini bertujuan untuk mengkomparasi beban gempa berdasarkan SNI 03-1726-2002 dengan SNI 1726:2019 pada gedung Unit Bedah (OK) Rumah Sakit Mata Dr. Yap, sehingga dapat mengetahui seberapa besar perubahan dari respon struktur akibat perubahan standar perencanaan dengan metode respon spektrum dan statik ekivalen. Analisis yang dilakukan yaitu menentukan parameter beban gempa, respon spektrum, dan respon struktur, kemudian dilakukan perbandingan dari hasil analisis SNI 03-1726-2002 dan SNI 1726:2019. Gaya geser dasar terhadap gempa statik yang didapatkan berdasarkan SNI 1726:2019 nilainya lebih besar 59%, yaitu 1624,323 kN pada semua arah. Simpangan maksimum yang terjadi juga mengalami peningkatan hingga 44% pada arah X dan 40% pada arah Y, begitu pula simpangan antar tingkatnya. Sehingga simpangan antar tingkat arah X pada lantai 1 (satu), lantai 2 (dua), dan lantai ringbalk depan tidak memenuhi batas izin simpangannya. Sedangkan simpangan antar tingkat arah Y pada lantai 1 (satu) dan lantai 2 (dua) tidak memenuhi batas izin simpangannya. Jika ditinjau Drift ratio-nya pada arah X, hanya lantai 2 saja yang tidak memenuhi batas izinnya (>1%). Sedangkan pada arah Y, terdapat lantai 1 dan lantai 2 yang tidak memenuhi batas izinnya.

Designing an earthquake resistant building in Indonesia should follow the standards of earthquake resistance procedure for building and non-building. Building plans that still use the old standards need to do a re-analysis to correct errors in the previous standards. The study case of this final project is Surgery Unit Building of Dr. Yap Eye Hospital. This building was designed using the special moment carrier's skeletal system (SRPMK) and the standard of earthquake resistance that used is SNI 03-1726-2002. The aim of this final project is to compare earthquake load based on SNI 03-1726-2002 with SNI 1726:2019 in Surgery Unit Building of Dr. Yap Eye Hospital, so it can be known what number percent of the change of earthquake load and structural response using respon spektrum and static equivalent methods. The analysis are determining the parameter of earthquake load, spectral response, and structural response, then compare the result from analysis of SNI 03-1726-2002 with SNI 1726:2019. The base shear force against static earthquakes obtained based on SNI 1726:2019 is 59% greater, which is 1624,323 kN in all directions. The maximum drift that occurred also increased up to 44% in the X direction and 40% in the Y direction, as well as the story drift. So that the story drift in the X direction on the first floor, second floor, and the front "upper tie-beam" floor does not meet the limit. Meanwhile, the story drift in the Y direction on the first floor and second floor does not meet the deviation permit limit. In terms of drift ratio in the X direction, only the second floor that does not meet the limit (>1%). While in the Y direction, on the first floor and second floor that do not meet the limits.

Kata Kunci : Komparasi, gaya geser dasar, simpangan maksimum, simpangan antar tingkat