Laporkan Masalah

Pengolahan limbah cair yang mengandung kupri khlorid dengan kapur padam dalam reaktor tangki berpengaduk ditinjau dari segi kinetika

MELWITA, Elda, Prof.Dr.Ir. Ida Bagus Agra

2003 | Tesis | S2 Teknik Kimia

Proses pembuatan Printed Circuit Board (PCB) dengan bahan kimia hidrogen peroksid dan asam khlorid menghasilkan limbah cair yang mengandung kupri khlorid dan asam khlorid dalam jumlah besar. Pembuangan limbah cair yang mengandung tembaga dan bersifat asam ke lingkungan mensyaratkan kandungan tembaga di bawah 1 bpj dan pH 5,5- 9 Karena itu, limbah cair itu tidak boleh dibuang langsung ke lingkungan agar tidak menimbulkan pencemaran. Pengolahan limbah cair yang mengandung kupri khlorid dengan kapur padam dilakukan dalam reaktor tangki berpengaduk secara batch. Kapur padam digunakan dalam jumlah berlebihan untuk memperoleh konversi tembaga yang tinggi. Setiap selang waktu 1 menit, cuplikan diambil, lalu disaring untuk memisahkan padatannya. Cairan yang tersisa dianalisis kadar tembaganya dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Variabel yang dipelajari adalah kecepatan pengadukan pada kisaran 300-460 ppm, suhu 305-335 K, diameter kapur padam 0,0105-0,0375 cm, dan perbanding mol Ca(OH)2/CuC12 dengan kisaran 1,l - 1,3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi dapat diwakili oleh model yang mengasumsikan bahwa reaksi dikendalikan oleh perpindahan massa. Variabel yang paling berpengaruh adalah kecepatan pengadukan dan diameter kapur padam. Pada kondisi operasi yang optimum, kandungan tembaga dalam limbah sudah di bawah ambang batas yang diijinkan.

Printed Circuit Board(PCB) manufacturing process using hydrogen peroxide and hydrochloric acid, produces liquid waste containing a lot of cupric chloride and hydrochloric acid. The allowable cupric ion concentration in waste water is 1 ppm. Therefore, this liquid waste maynot be dumped into the environment to prevent pollution. The liquid waste containing cupric chloride was processed with slake lime in a stirred tank reactor. The slake lime used was in excess in order to attain high conversion of cupric ion. At a certain time interval samples were taken and then filtered to remove the solid. The filtrate was analysed using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) to determine the remaining cupric ion content. The variables studied in this process were agitation 300-460 ppm, temperatur 305-335 K, solid size 0,0105-0,0375 cm, and ratio of Ca(0H)2/CuCl2 within 1,l-1,3. The result showed good agreement with the proposed model assuming that the reaction was controlled by mass transfer. Most influencing variables were agitation and solid size. Under optimum condition, the concentration of cupric ion in the liquid waste met the allowable standard

Kata Kunci : Kinetika,Limbah Cair,Kupri Khlorid dan Kapur Padam, Liquid waste, cupric chloride, slake lime, stirred tank reactor.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.