Pola dan Tantangan Representasi Perempuan di DPRD Kabupaten Karanganyar Studi Kasus: Anggota Legislatif Perempuan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
CHINTIA MAYASARI, Dr. Ratnawati, S.U.
2022 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANKeterwakilan perempuan dalam politik menjadi topik yang masih pantas untuk dibicarakan. Selama ini keterwakilan perempuan dalam politik hanya dinilai sebatas angka saja, bukan melalui subtansinya. Penelitian ini akan berfokus pada bagaimana para anggota legislatif perempuan melaksanakan fungsi representasi yang melekat dalam dirinya. Khususnya ketika membicarakan representasi perempuan di politik melalui lembaga legislatif, hal apa yang telah dilakukan dan apa saja tantangan-tantangan yang dihadapi oleh perempuan dalam memperjuangkan kepentingan perempuan di lembaga legislatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi pustaka, serta dilengkapi dokumen pendukung lainnya. Data yang sudah diperoleh disajikan informasinya dalam bentuk deskripsi dan kemudian disimpulkan. Representasi perempuan dijelaskan menggunakan konsep politik representasi yang didalamnya memuai fungsi, pola dan tantangan representasi. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa representasi perempuan yang dilakukan oleh anggota legislatif perempuan masih sangat terbatas. Anggota legislatif perempuan menggunakan model delegate dalam proses representasinya. Adapun tantangan-tantangan yang dihadapi bersifat kultural dan juga bersifat organisasional.
The representation of women in politics is a topic that still deserves to be discussed. So far, women's representation in politics has only been assessed in terms of numbers, not through substance. This study will focus on how female legislators carry out the representation function inherent in them. Especially when discussing women's representation in politics through the legislature, what has been done, and what the challenges faced by women in fighting for women's interests in the legislature. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection is done by observation, interviews, literature study, and equipped with other supporting documents. The data obtained are presented with information in the form of a description and then concluded. The representation of women is explained using the concept of political representation which includes the functions, patterns, and challenges of representation. The results of this study demonstrate that the representation of women by women legislators is still very limited. Women legislators use the delegate model in their representation process. The challenges faced are cultural as well as organizational.
Kata Kunci : Representasi, Representasi Perempuan, Pola Representasi, Tantangan Representasi/ Representation, Women Represetation, Patterns of Representation, Challenge of Representation