Laporkan Masalah

Makna dan fungsi ruang rumah pedesaan di Dukuh Cetho Karanganyar Jawa Tengah

PURNOMO, M.D. Edi, Dr.Ir. Arya Ronald

2003 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Sejak tahun 1912 sampai sekarang (tahun 2002) pembangunan rumah tinggal atau omah masyarakat dukuh Cetho menampakan keseragaman di antara keragaman wujud/bentuk dan pola ruang rumah-rumahnya. Terputusnya informasi tentang konsep rumah tinggal pandahulunya, menggugah dilakukannya penelitian ini yaitu melakukan ekplorasi-deskriptif respons kognitif tentang makna dan respons behavioral tentang fungsi ruang omah yang dihuni. Penelitian ini menggunakan paradigma rasionalistik karena penggunaan konsep teoretik tentang hubungan manusia dan lingkungan bersifat sementara (Altman,1976). Cara penelitian yang digunakan adalah naturalistik, karena fakta empiris yang akan digali mempunyai pemahaman alamiah dan menghadirkan pengetahuan tersembunyi (tacit) yang mempunyai sifat holistik dan terkait (Guba,1985; Muhajir,1992). Temuan penelitian menunjukan bahwa (1)Ajaran filasafat, etik dan norma Hindu yaitu ‘tatwajnana’ (keselarasan hubungan bhuwana agung dan bhuwana alit) merupakan acuan hidup dan merupakan konsep kosmologi yang berpengaruh pada keterkait-hubungan dengan konsep kawasan (skala makro), lingkungan halaman (skala mezzo) dan omah (skala mikro); (2)Konsep tatwajnana berazaskan ‘sumbu maya’ yaitu sumbu bhuwana agung (ke arah timur/lebih tinggi: tempat bersemayam Sang Pencipta dan sang pengayom) dan sumbu bhuwana alit (ke arah utara atau selatan: sifat duniawi dan manusiawi) (3)Konsep makro diperkuat melalui keberadaan jalan utama; skala mezzo ditunjukan bahwa halaman omah (di utara atau selatan) adalah bagian dari dunia; Omah terbagi menjadi teritori bentukan dari perpotongan kedua sumbu maya yang berpotongan pada empat tiang nDopo (teritori ambivalen), teritori pada nDopo terbagi menjadi: (a)publik-profan, (b)publik-sakral, (c)privat-profan dan (d)privat-sakral; teritori pada Shentong terbagi menjadi teritori: privat-profan dan privat-sakral; teritori pada Gandhog terbagi menjadi teritori privat-sakral dan publik-sakral.

Since 1912 to present, a house or omah development for Cetho people in Cetho Village have been showing similarity or unity characteristics in terms of the room’s pattern and mode. A missing link of information about idea of a house belonged to ancient villagers led the writer to write down this study. The study was carried out through descriptive-exploration by using cognitive-response emic analysis pointed on meaning and behavioral response of used omah function. The study used rationalistic paradigm because the usage of theoretical concept about human relations with nature was temporary (Altman, 1976). The way used was naturalistic, because in empirical fact that explored has natural understanding and presented hidden knowledge (tacit) which has holistic and interrelated characteristics (Guba, 1985;Muhajir, 1992). The result showed (1) Hindu’s philosophical teaching, ethic and norms, named tatwajnana (a harmony relation between bhuwana agung and bhuwana alit) was a pedestal to live the life and a concept of cosmology influenced on an interrelation with concept of area (macro scale), yard enviornment (mezzo scale)and omah (micro scale);(2) The tatwajnana concept has principle based on an illusion axis: bhuwana agung axis (to the east/ higher: a place for God and the Wisdom) and bhuwana alit axis (to the north/ south; has secular and humanity quality);(3) The concept of macro was strenghten by main path existence;mezzo scale was shown by omah yard environment (at the north or south) as part of the world; Omah itself was divided into territory formed by the crossing of both axis at four pillars of nDopo (ambivalence territory). The territory at nDopo was divided into: (a) public-profan, (b). public-sacred, (c). private-profan and (d) private–sacred. The territory at Senthong was divided into:private-profan and private-sacred. The terrirory at Gandhog was divides into: private-sacred and public-sacred. A room settled right on the axis would dominate in extending the meaning and the function.

Kata Kunci : Rumah Tinggal,Makna dan Fungsi Ruang, A concept of cosmology; cognitive-response; behavioral-response.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.