Laporkan Masalah

JAKA SAKBAR DALAM NASKAH KEMPALAN DONGENG PUPUH I -V KOLEKSI PERPUSTAKAAN WIDYAPUSTAKA PURO PAKUALAMAN (SUNTINGAN TEKS DAN TERJEMAHAN)

M FAHRIZAL LEO P, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M. Hum

2022 | Skripsi | S1 SASTRA JAWA

Skripsi ini merupakan penelitian filologi dan kodikologi yang mengkaji sebuah teks berjudul Jaka Sakbar dalam naskah Kempalan Dongeng koleksi Perpustakaan Widyapustaka Pura Pakualaman Yogyakarta dengan kode koleksi 2362/PP/73 dan kode proyek St.35. Naskah Kempalan Dongeng tersebut merupakan naskah tedhakan atau salinan yang belum diketahui naskah induknya. Keterangan pada manggala dan kolofon, naskah ini disalin pada tahun 1875-1877 Masehi yang diperkirakan dalam masa pemerintahan Pakualam IV. Penelitian ini berfokus pada teks Jaka Sakbar pupuh I-V, salah satu teks dari keenam judul cerita dalam naskah Kempalan Dongeng. Berdasarkan penyuntingan teks tersebut, didapati beberapa terdapat kesalahan ejaan dan ketidaksesuain metrum tembang macapat, hal ini dimungkinkan akibat dari proses transmisi teks atau penyalinan naskah. Setelah diterjemahkan, dapat diketahui bahwa teks Jaka Sakbar mengisahkan tentang seorang tokoh bernama Jaka Sakbar yang mencari ilmu kesempurnaan dengan belajar kepada empat orang kyai, yakni; Kyai Sarengat, Kyai Tarekat, Kyai Hakikat, dan Kyai Makrifat. Keempat kyai tersebut mengajarkan tentang konsep dasar keyakinan dalam ilmu tasawuf berupa al yaqin, ainnulyaqin, haqqulyaqin, dan akmalulyaqin. Ajaran itu disempurnakan oleh empat burung yang bisa berbicara seperti manusia, dengan menjelaskan tahapan-tahapan mencapai ilmu sejati, yaitu syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.

This thesis is a philological and codicological research that examines a text entitled Jaka Sakbar in the manuscript of Kempalan Dongeng, the collection of the Widyapustaka Pura Pakualaman Yogyakarta Library with the collection code 2362/PP/73 and the project code St.35. The manuscript of Kempalan Dongeng is a classic or an unknown copy of the original script and was completed in 1875-1877 AD, which is estimated to have been during the reign of Pakualam IV. This study focuses on the text of Jaka Sakbar canto I-V, one of the texts of the six story titles in the Kempalan Dongeng manuscript. Based on the editing of the text, it was found that there were spelling errors and mismatches of the metrum tembang macapat, this was possible as a result of the process of text transmission or copying of the manuscripts. After being translated, it can be seen that the text of Jaka Sakbar tells the story of a character named Jaka Sakbar who seeks the knowledge of perfection by studying with four kyai, namely; Kyai Sarengat, Kyai Tarekat, Kyai Hakikat, and Kyai Makrifat. The four kyai taught about the basic concepts of belief in Sufism in the form of al yaqin, ainnulyaqin, haqqulyaqin, and akmalulyaqin. The teachings were perfected by four birds who could speak like humans, by explaining the stages of attaining true knowledge, namely syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.

Kata Kunci : Jaka Sakbar, Kempalan Dongeng, Filologi, Suntingan Teks, Terjemahan, Tasawuf/Jaka Sakbar, Kempalan Dongeng, Editing Text, Translation, Tasawuf