BENTUK DAN REPRODUKSI NARASI MASKULINITAS DALAM AKUN INSTAGRAM @UGMCANTIK
ANISYA RATNA K, Desintha Dwi Asriani, M.A., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIFenomena akun instagram @ugmcantik menjadi ruang terciptanya budaya populer melalui reproduksi konten dalam bentuk visual dan tekstual. Akun ini menggunakan foto-foto pribadi mahasiswi dari Universitas Gadjah Mada yang secara subjektif dianggap cantik dan menarik untuk dipresentasikan kepada para followersnya. Presentasi ini seolah-olah mempromosikan perempuan untuk dilihat dan dikonsumsi melalui tatapan oleh laki-laki. Konsumsi ini, dapat memicu berbagai respon yang berkemungkinan untuk menggiring perempuan pada devaluasi dan subordinasi. Kebebasan akses dalam akun tersebut juga membuka kesempatan bagi laki-laki untuk memperkuat maskulinitas hegemonik yang didasarkan pada heteroseksualitas melalui praktik diskursif pada kolom komentar. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan mengenai bentuk-bentuk narasi maskulinitas yang muncul dalam akun instagram @ugmcantik dam memberikan penjelasan mengenai reproduksi narasi maskulinitas dalam akun instagram @ugmcantik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan netnografi. Kemudian, data yang telah diperoleh dilakukan proses coding dan abstraksi sebelum disajikan dalam bentuk pembahasan ilmiah. Dalam penelitian ini, analisis pembahasan dilakukan dengan teori budaya online kaum muda yang dikemukakan oleh Danah Boyd dan teori yang menjelaskan tentang konstruksi maskulinitas dan feminitas termasuk dimensi hegemoni maskulinitas dan homososial laki-laki. Hasil dari penelitian ini, yaitu diperoleh 4 bentuk narasi maskulinitas yang direproduksi melalui tagging dan homososial maskulin. Bentuk yang pertama ialah komentar mengenai tubuh. Kedua, komentar tentang ajakan agresif untuk berkencan. Ketiga, komentar dengan kalimat menggoda. Keempat, komentar yang menunjukkan stereotyping. Narasi-narasi ini disebarluaskan dengan melalukan tagging kepada pengguna lain sebagai tindakan homososialitas laki-laki yang didukung dengan aksesibilitas dan anonimitas.
The phenomenon of Instagram account, @ugmcantik, becoming a space to create popular culture through content reproduction in the visual and textual forms. This account uploads personal photos of female college students of Universitas Gadjah Mada which are subjectively considered as beautiful and attractive to be presented for their Instagram followers. This presentation seems to promote the women to be seen and consumed through gaze of men. It can trigger various responses that are likely to lead women to devaluation and subordination. The freedom of access in these Instagram account opens opportunities for men to strengthen hegemonic masculinity based on heterosexuality through discursive practices in the comment section. Based on this case, this study aims to describe the forms of masculinity narratives that appear on the @ugmcantik Instagram account and provided an explanation of the reproduction of masculinity narratives in these account. This study carried out qualitative research method with netnographic approach. Then, the data that has been obtained is implemented in the coding and abstraction process before being presented in the form of scientific discussion. In this study, the analysis of the discussion was carried out using the online culture theory of youth proposed by Danah Boyd and the theory that explains the construction of masculinity and femininity including the dimensions of hegemonic masculinity and male homosocial. It appears that there are 4 forms of masculinity narrative which are reproduced through tagging and masculine homosocial. The first form is comments about the body. Then comments about aggressive invitation to date. Third, comments with seductive sentences. And last, comments that showed stereotyping. These narratives are propagated by tagging other users as an act of male homosociality supported by accessibility and anonymity.
Kata Kunci : instagram @ugmcantik, narasi maskulinitas, budaya online, feminitas, hegemoni maskulinitas, homososialitas.