Laporkan Masalah

Analisis imbangan air DPS Tanggik Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat

KADI, Dr.Ir. Fatchan Nurrochmad, M.Agr

2003 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Suatu daerah pengaliran sungai (DPS) sebaiknya ada rencana alokasi air yang baik untuk memenuhi kebutuhan air bagi para pengguna dari waktu-kewaktu. DPS Tanggik yang terdiri dari 6 anak sungai dan 4 bendung yang memiliki luas DPS 131,50 Km2 yang mengalir dari hulu lereng gunung Rinjani mengalir kesebelah timur melewati 6 desa dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Aikmal, Wanasaba dan Kecamatan Pringgabaya. DPS Tanggik yang terletak di Kabupaten Lombok Timur sering mengalami masalah kekeringan pada saat musim kemarau sedangkan pada musim hujan airnya malahan berlebihan untuk itu perlu dilakukan Studi Imbangan Ketersediaan dan Kebutuhan Air Permukaan DPS Tanggik, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat disekitarnya sesuai dengan ketersediaan air yang ada. Perhitungan potensi ketersediaan air DPS Tanggik dilakukan di empat lokasi yaitu Bendung Meloang, Mamben, Kukusan dan Bendung Larung, menggunakan Model Mock untuk mengalihragamkan hujan menjadi aliran. Kebutuhan air yang diperhitungkan adalah kebutuhan air irigasi dan non irigasi. Luas lahan irigasi pada masing- masing Bendung yaitu Meloang 560 Ha, Mamben 600 Ha, Kukusan 580 Ha dan Larung 180 Ha. sedangkan kebutuhan air non irigasi dihitung untuk memenuhi kebutuhan Domistik dan Perikanan di enam pedesaan yang ada di tiga kecamatan yang menggunakan air tersebut. Analisa imbangan dilakukan tiap periode ½ bulanan sedangkan optimasi pemanfaatan air menggunakan program Lindo versi 61. Hasil analisa imbangan air pada masing-masing bendung yaitu Bendung Meloang pada musim tanam I padi kebutuhan air irigasi terpenuhi 100%, musim tanam II padi kebutuhan air irigasi hanya dapat terpenuhi 27,3% atau 153 Ha, musim tanam III palawija kebutuhan air irigasi dapat terpenuhi 36% atau 202 Ha dari luas tanam yang ada 560 Ha. Bendung Mamben pada musim tanam I padi kebutuhan air irigasi dapat terpenuhi 100%, musim tanam II padi kebutuhan air irigasi hanya terpenuhi 30,6% atau 184 Ha, musim tanam ke III palawija kebutuhan air irigasi terpenuhi 31% atau 187 Ha dari luas tanam yang ada 600 Ha. Bendung Kukusan musim tanam I padi kebutuhan air irigasi terpenuhi 100%, musim tanam II kebutuhan air irigasi terpenuhi 44% atau 255 Ha. musim tanam III palawija kebtuhuhan air irigasi terpenuhi 37,7% atau 219 Ha dari luas tanam yang ada 580 Ha. Bendung Larung musim tanam I padi kebutuhan air irigai terpenuhi 100%, musim tanam II kebutuhan air irigasi terpenuhi 7% atau 13 Ha, musim tanam ke III palawija kebutuhan air irigasi terpenuhi 6% atau 12 Ha dari luas tanam yang ada 180 Ha. Kebutuhan air non irigasi dari masing- masing bendung dapat terpenuhi.

A DPS is supposed to have a good water allocation plan in order to fulfill users’ water demand at anytime. DPS Tanggik consists of six river basins, four weirs, and a DPS of 131.50 Km2 flowing from upstream part of Mt. Rinjani slope to the east through 6 villages and 3 sub-districts: Aikmal, Wanasaba, and Pringgabaya. DPS Tanggik is situated at Kabupaten Lombok Timur. It often suffers with water deficiency problem during the dry season and on the contrary excessive water during the rainy season. This condition requires a study of surface water demand and supply balance of DPS Tanggik in order to fulfill water demand of the surrounding people based on the existing water availability. The calculation of water availability potency of DPS Tanggik is performed at four different weir locations: Meloang, Mamben, Kukusan and Larung using the Mock’s Model to convert rain into stream. Water demand considered in the calculation is for both irrigation and non- irrigation water demand. The irrigation area width served by each weir is 560 ha for Meloang, 600 Ha for Memben, 580 Ha for Kukusan and 180 Ha for Larung. Non-irrigation water demand is calculated to fulfill the domestic demand and fisheries in six villages exist in the three sub-districts. The balance analysis is carried out in halfmonthly period and the optimizing analysis of water utilization is done by Lindo Software Program Version 6.1. Results of water balance for each weir show that water demand of Meloang Weir is 100% fulfilled during the first cultivation season, 27.3% (153 Ha) during the second, and 36% (202) during the third season of palawija out of the entire area of 560 Ha. During the first cultivation season, water demand of Memben Weir is 100 % fulfilled, 30.6 % (184 Ha) during the second, and 31 % (187 Ha) during the third season of palawija out of the entire area of 600 Ha. During the first cultivation season, water demand of Kukusan Weir is 100 % fulfilled, 44 % (255 Ha) during the second, and 37.7 % (219 Ha) during the third season of palawija out of the entire area of 580 Ha. During the first cultivation season, water demand of Larung Weir is 100 % fulfilled, 7 % (13 Ha) during the second, and 6 % (12 Ha) during the third season of palawija out of the entire area of 180 Ha. Meanwhile, nonirrigation water demand of each weir is fulfilled.

Kata Kunci : Sumberdaya Air, Ketersediaan, Imbangan Air, water supply, water demand, water balance.

  1. S2-2003-Kadi-Bibliography.pdf  
  2. S2-2003-Kadi-Tableofcontent.pdf  
  3. S2-2003-Kadi-Title.pdf