Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Praktik Manajemen Laba Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Perusahaan Pemanufakturan Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
ROSITALIA GALUH S, Suwardjono, Prof., Dr., M.Sc., Ak., CA.
2022 | Skripsi | S1 AKUNTANSIManajemen laba merupakan hal yang lazim dilakukan oleh perusahaan. Akan tetapi, apabila praktik ini dilakukan secara abnormal, dapat mengakibatkan pengungkapan informasi keuangan yang menyesatkan. Dengan mengadopsi argumen teori keagenan, sejalan dengan pemenuhan harapan pemegang saham atas kinerja keuangan dan mengamankan posisi serta kepentingan mereka di dalam perusahaan, manajemen dapat melakukan manajemen laba ketika kondisi kinerja keuangan secara nyata mengalami kesulitan atau tekanan, terlebih setelah terjadinya pandemi COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi intensitas praktik manajemen laba pada perusahaan yang terdaftar di Burda Efek Indonesia untuk sektor pemanufakturan barang konsumsi selama masa pandemi. Pada penelitian ini, variabel independen adalah kelompok kinerja keuangan perusahaan yang dikategorikan berdasarkan model Zscore Altman untuk menggambarkan kondisi kesulitan keuangan dan variabel dependen adalah manajemen laba yang diproksikan dengan akrual diskresioner Modified Jones Model yang digunakan oleh Dechow et al (1995). Sampel penelitian ini terdiri dari 52 perusahaan sektor pemanufakturan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 hingga 2020. Metode analisis yang digunakan adalah Uji T Independen untuk membuktikan hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas praktik manajemen laba pada kelompok perusahaan yang berkinerja kurang baik dan kelompok perusahaan yang berkinerja normal secara finansial, selama masa pandemi. Hasil tersebut didukung oleh penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa perusahaan yang distressed cenderung melakukan manajemen laba baik apakah menaikkan laba atau menurunkan laba. Akan tetapi, penelitian ini tidak melihat arah manajemen laba yang menaikkan atau menurunkan laba karena penelitian ini berfokus pada intensitas manajemen laba sehingga peneliti menggunakan nilai mutlak atau absolut DACC.
Earnings management is something that is commonly done by companies. However, if this practice is carried out abnormally, it can result in misleading financial information. By applying arguments, such as meeting shareholders' expectations of financial performance and their position and interests in the company, management can carry out earnings management when real financial conditions experience difficulties or stress, first after the COVID-19 pandemic. Therefore, this study attempts to identify earnings management practices in companies listed on the Indonesian Stock Exchange for the consumer goods manufacturing sector during the pandemic. In this study, the independent variable is the company's financial performance group which is grouped based on the Z-score Altman model to describe financial conditions and the dependent variable is earnings management which is proxied by discretionary accruals Modified Jones Model used by Dechow et al (1995). The sample of this study consisted of 52 consumer goods manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2020. The analytical method used was the Independent T Test to prove the research hypothesis. The results showed that the difference in the intensity of earnings management in the group of companies that were not good and the group of companies that grew financially normal, during the pandemic. These results are supported by previous research which says that depressed companies tend to do good earnings management, whether to increase profits or decrease profits. However, this study does not look at the direction of earnings management that increases or decreases earnings because this study focuses on the intensity of earnings management so that researchers have an absolute or absolute value of DACC.
Kata Kunci : Manajemen laba, akrual diskresioner, financial distress, Altman Z-score, Modified Jones