Strategi Penghidupan Transmigran Upt Aek Nabirong Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat
SYUKURDI HERNANDA, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc
2022 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHStrategi penghidupan yang dilakukan oleh rumah tangga transmigran UPT Aek Nabirong merupakan hal yang perlu dikaji. Tujuan transmigrasi pada UU No 29 Tahun 2009 untuk meningkatkan taraf hidup transmigran dan menciptakan pemerataan pembangunan. Transmigran UPT Aek Nabirong tidak memperoleh hak-hak mereka. Sarana dan prasarana di lokasi transmigrasi juga tidak dipersiapkan dengan baik. Lokasi transmigrasi UPT Aek Nabirong merupakan contoh program transmigrasi gagal. Dari total 220 kepala keluarga transmigran, hanya 68 kepala keluarga yang masih bertahan di lokasi transmigrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi kepemilikan modal penghidupan dari rumah tangga transmigran, (2) mengkaji akses yang dimiliki rumah tangga, (3) mengkaji aktivitas yang dilakukan rumah tangga, dan (4) menganalisis strategi penghidupan yang diterapkan oleh rumah tangga. Unit analisis dari penelitian ini adalah rumah tangga transmigran. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara sensus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara semi terstruktur, studi literatur, dan kajian dokumen. Metode penelitian menggunakan metode survei. Analisis dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jika modal penghidupan paling banyak dimiliki adalah modal fisik dan sosial. Modal penghidupan yang paling sedikit dimiliki oleh rumah tangga adalah modal alam. Aksesibilitas lokasi transmigrasi rendah akibat jeleknya sarana jalan menuju lokasi transmigrasi. Tidak terdapat jaringan air bersih di lokasi transmigrasi. Sebanyak 64% rumah tangga pernah memiliki kredit kepada bank. Aktivitas ekonomi utama yang dilakukan rumah tangga adalah pengolahan lahan pertanian sawit. Strategi penghidupan yang dilakukan oleh rumah tangga transmigran yakni strategi bertahan hidup strategi bertahan hidup (29%), strategi konsolidasi (53%), dan rumah tangga yang menerapkan strategi akumulasi (18%)
The livelihood strategies carried out by the transmigrant households of UPT Aek Nabirong need to be studied. The purpose of transmigration in Law No. 29 of 2009 is to improve the standard of living of transmigrants and create equitable development. However, UPT Aek Nabirong Transmigrants did not get their rights. The facilities and infrastructure at the transmigration sites are also not well. UPT Aek Nabirong is an example of a failed transmigration program. Only 68 of the 220 transmigrant families that survive at the transmigration site. This study aimed to (1) identify the livelihood capital ownership of transmigrant households, (2) examine the access owned by the household, (3) examine the activities carried out by the household, and (4) analyze the livelihood strategies adopted by the household. The unit of analysis of this study was the transmigrant household. Sample selection was done by census. Data collection techniques were carried out through field observations, semi-structured interviews, literature studies, and document studies. The research method used a survey method. The analysis was carried out with quantitative and qualitative descriptive. The results showed that the most owned livelihood capital is physical and social capital. The least amount of livelihood capital owned by households is natural capital. The accessibility of the transmigration location is low due to poor road facilities to the transmigration location. In addition, there is also no clean water network at the transmigration site. 64% of households have had credit from a bank and the main economic activity carried out by households is processing oil palm plantations. The livelihood strategies carried out by transmigrant households are survival strategies (29%), consolidation strategies (53%), and households that apply accumulation strategies (18%)
Kata Kunci : Aek Nabirong, transmigrasi gagal, strategi penghidupan, rumah tangga transmigran,Aek Nabirong, failed transmigration, livelihood strategies, transmigrant households